Beranda DAERAH Aktif di Kegiatan Sosial, Kanit Dikyasa Polres Pessel Nahkodai IKABA 2002 Periode...

Aktif di Kegiatan Sosial, Kanit Dikyasa Polres Pessel Nahkodai IKABA 2002 Periode 2018-2020

116

PESSEL, KABARDAERAH  – Ikatan Alumni Bintara (IKABA) TTNT-ASADE komitment akan terus menggalakan kegiatan sosial dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat Sumbar dan Pessel khususnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pessel Bripka Riki Mustika yang terpilih sebagai Ketua IKABA periode 2018-2020 pada Musda yang dilaksanakan di SAGA Murni Hotel mengatakan, perlunya sinergisitas dengan semua pihak dalam menciptakan kemajuan di semua bidang.

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjalankan tugas sebagai polisi ditengah masyarakat, hal itu tentu akan lebih baik jika kita bersinergi dengan semua pihak dan semua elemen masyarakat, ” sebut Riky dalam kegiatan temu Ikatan Alumni Bintara (IKABA)TTNT-ASADE 2002 ke 15 yang dilaksanakan di Pantai Carocok Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 31 Maret 2018-1 April 2018.

Pria yang banyak membina organisasi club motor tersebut menyebutkan,  pada kegiatan tahun ini tak hanya sekedar bertemu alumni dan memilih ketua angkatan baru, para bintara polisi tamatan 2002 tersebut, kata dia, juga ikut bersosial dengan membagikan sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) kepada Panti Asuhan Miftahul Jannah Lumpo dan Muhamadiyah.

“Tak hanya itu, kami juga ikut meramaikan konser amal yang dilaksanakan oleh Pemkab Pessel dan Aliansi Pessel Peduli  dimana menghadirkan Melly Goeslaw. Dari IKABA 2002 terkumpul donasi untuk Save Palestine sebesar Rp2.002.000,” ucap Riki Mustika yang juga aktif dalam organisasi sosial APP Aliansi Peduli Pessel itu.

Tak sampai disitu, sejumlah kegiatan positif dilakukan oleh para petugas polisi tersebut, seperti pemberian pelindung kepala (helmet, red) kepada pengguna jalan, sebagai wujud kepedulian akan keselamatan jalan sesuai program pemerintah tentang dekade aksi keselamatan.

“Tidak lupa kami juga melakukan pelepasan bibit penyu yang harus dilestarikan,” tuturnya. (Red/*)