Beranda DAERAH HAN 2018 Tanah Datar Raih Dua Penghargaan Berkaliber Nasional

HAN 2018 Tanah Datar Raih Dua Penghargaan Berkaliber Nasional

14
bupati tanah datar dengan dua penghargaan dalam Hari Anak Nasional (HAN)2018 di Dyandra Convention Centre Surabaya

Tanah Datar. kabardaerah.com,-    Dua penghargaan berkaliber nasional, diraih Kabupaten Tanah Datar di momen peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2018 ini, yakni Penghargaan Kabupaten Layak Anak dan Penghargaan Pembinaan Forum Anak Daerah Terbaik.

Penghargaan itu diterima Bupati Tanah Datar H. Irdinansyah Tarmizi pada Senin (23/7), di Dyandra Convention Center Surabaya, dan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise.

Menurut Bupati Irdinansyah, kendati berada pada posisi sebagai kabupaten terkecil di Sumatera Barat, namun pemerintah daerah terus melakukan beragam terobosan, terutama hal meningkatkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus harapan bangsa.

bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Saat menerima penghargan yang diserahkan oleh menteri PPPA Yohana Yambise di Dyandra Convention Centere Surabaya

Terobosan yang sudah dilakukan, imbuhnya, seperti membangun rumah-rumah keluarga kurang mampu yang dikenal dengan program Gapura Mantap (Gerakan Pugar Rumah Masyarakat Tidak Mampu), Program Geliat (Gerakan Peduli Kesehatan) dan program lain yang menunjang ekonomi kerakyatan.

Daerah yang memiliki luas wilayah 1.336,10 km2 dengan jumlah penduduk hampir 365.000 jiwa ini dipimpin duet Bupati Irdinansyah Tarmizi dan wakilnya Zuldafri Darma. Memasuki tahun ketiga kepemimpinan mereka, sudah banyak menorehkan prestasi yang berbuah penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Tekad menjadikan Tanah Datar sebagai kabupaten yang madani dan masyarakatnya sejahtera, serta lahirnya para penghafal ayat suci Alqur’an dari rumah-rumah tahfidz yang saat ini sudah banyak berdiri, dibuktikan dengan memberikan kemudahan dalam memilih sekolah favorit tanpa tes, beasiswa pendidikan, bonus study banding International, hingga umroh gratis.

Program pendidikan mental dan spritual bagi generasi muda menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Anak-anak Tanah Datar melalui program/kegiatan didekatkan sekaligus ditanamkan dengan nilai-nilai agama sehingga menjadi bekal berharga menyongsong masa depan yang lebih baik serta terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk yang dapat merusak fisik, pikiran bahkan mentalnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Datar Drs. Yuhardi yang turut mendampingi bupati saat menerima penghargaan nasional itu mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi data oleh dewan juri dari Kementerian PPPA-RI pada 11 Juli yang lalu, maka ditetapkanlah provinsi, kabupaten dan kota yang mendapat Penghargaan Pembinaan Forum Anak Daerah. Dari 10 daerah itu, dua adalah kabupaten dan delapan kota.

Untuk kabupaten yang mendapat penghargaan adalah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sleman. Sedangkan kota yang menerima penghargaan serupa adalah Kota Surakarta, Tangerang Selatan, Pekalongan, Parepare, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar dan Mataram. Untuk tingkat provinsi, daerah yang menerima adalah Provinsi D.I Yogyakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Riau.

Untuk Kabupaten/Kota Layak Anak, Kabupaten Tanah Datar juga raih penghargaan bersama Kabupaten Limapuluh Kota. Sementara kota-kota di Sumbar yang menerima penghargaan serupa adalah Padang, Sawahlunto, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Bukittinggi dan Solok.

Usai menerima penghargaan Bupati Irdinansyah Tarmizi yang turut didampingi ketua TP-PKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah mengatakan, dua penghargaan yang diterima kali ini patut kita disyukuri. Terlebih Penghargaan KLA yang naik peringkat dari tahun sebelumnya, yakni dari pratama ke madya.

“Terimakasih kepada DPRD, OPD, masyarakat dan semua pihak atas komitmen dan dukungan yang terencana secara menyeluruh, terintegrasi dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak,” sampai bupati.

Ada empat level kriteria penilaian yaitu pratama, madya, nindya dan utama. Untuk kriteria utama ini hanya ada 2 kota yang dapat tahun ini, yaitu Kota Surabaya dan Kota Surakarta. Ke depan kita akan terus berupaya mencapai level-level berikutnya.

“Tetapi bukanlah untuk mendapatkan penghargaan yang kita kejar, namun bagaimana mewujudkan anak-anak dan masyarakat di Tanah Datar mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya pada saat Press Conference Menteri PPPA Yohana Yembise didampingi Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin, katakan pada tahun 2018 ini sebanyak 389 kabupaten/kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA, dari jumlah tersebut 176 kabupaten/kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori.

Upaya untuk mewujudkan KLA, tertuang pada berbagai program yang telah dan sedang dilakukan. Sosialisasi, edukasi, dan pengembangan program serta mempersiapkan fasilitas di setiap daerah.

Di antaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), upaya mencegah perkawinan di bawah umur, pengasuhan anak yang berbasis hak anak, dan pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Puskesmas Ramah Anak, Kampung Anak Sejahtera, fasilitas ruangan ASI, Sekolah Ramah Anak dan Pusat Kreatifitas Anak, tuturnya. **elvis