Beranda DAERAH Realisasi Bantuan Bedah RTLH di Pasbar Terkesan Tebang Pilih

Realisasi Bantuan Bedah RTLH di Pasbar Terkesan Tebang Pilih

167

Pasbar —  Masih banyak warga Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki rumah yang kondisinya memprihatinkan dan luput dari perhatian Pemerintah Daerah khususnya Dinas Sosial. Akibatnya mereka sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Mestinya hal ini tidak terjadi ketika Pemda dan Pemerintah Pusat mendata warga tidak mampu dan memiliki rumah tidak layak huni untuk dapat di bedah. Namun ternyata pendataan tersebut belum akurat.

Sejumlah Tokoh masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat sangat menyayangkan dengan hal tersebut. Sehingga meminta ketelitian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan.

Ini dikatakan langsung kepada wartawan, oleh salah seorang tokoh masyarakat Nagari Kajai, Sangkot, Senin (6/08/2018). “Banyak faktor memang untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Pasaman Barat. Kalau Pemerintah pusat sudah memperhatikan melalui berbagai program di Kementerian sosial, ada permasalahan lain yang cukup pelik yaitu sektor hunian,” katanya.

“Ribuan rumah baik di pedesaan maupun di kawasan pegunungan dan pantai (nelayan) yang memprihatinkan dan memang perlu bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Seperti yang sudah dijelajahinya, wilayah Nagari Kajai, Nagari Aua Kuniang, Nagari Sinuruik, Nagari Sasak dan Nagari Lingkuang Aua.

“Beberapa nagari sudah saya jalani, saya melihat ada ratusan rumah tidak layak huni di enam nagari ini. Ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. “Kasihan mereka yang setiap hari tinggal di rumah tidak layak huni tersebut, keselamatan mereka akan selalu terancam jika pemerintah tidak serius menanggapi hal ini,” tandas Sangkot.

Potret salah satu rumah yang tidak tersentuh Bantuan Bedah RTLH

Terpisah, Buyung salah seorang warga Kampung Pasar Baru, Jorong Pinagar, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (5/8/2018) menyampaikan, hampir setiap tahun datanya diambil oleh orang pemerintahan tetapi tidak juga pernah bantuan bedah RTLH terealisasi.

“Saya muak dengan janji mereka. Selama ini kami hanya diiming-imingi, dibodoh-bodohi dan ternyata realisasi terkesan tebang pilih. Kami kecewa dengan janji pemerintah, mana kepedulian pemerintah terhadap masyarakat miskin seperti kami ini. Sepertinya sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia hanya milik segelintir orang,” ujar Buyung dengan nada kecewa.

Senada ditempat terpisah, Haris tokoh kampung mudiak simpang, Nagari Kajai mengatakan, sebagai masyarakat yang tinggal dikaki gunung dan juga sebagai petani merasa tidak pernah diperhatikan.

“Sampai sekarang, janji hanya tinggal janji dan jalan tidak pernah dibenahi,” kata Haris mewakili puluhan masyarakat  Jorong Mudiak Simpang, Nagari Kajai.

Sementara itu, Politisi muda Pasaman Barat, Maizen Menyebutkan, kondisi masyarakat sekarang ini sedang mengalami krisis disektor ekonomi. Sehingga daya beli warga miskin benar-benar terpuruk,” sebutnya.

“Jadi jangankan untuk memikirkan membangun atau memperbaiki rumah tinggal, untuk biaya makan sehari-hari saja sudah susah. Apapun alasannya ini jelas menjadi tanggung jawab pemerintah. Jadi pemerintah harus hadir manakala masyarakat butuh, jangan dikaitkan dengan kepentingan politik sesaat,” ungkap politisi muda asal pinagar ini.

Ia berharap, agar Pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakat luas. Dimana masyarakat diluar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan atau uluran tangan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Marwazi kepada awak media pernah mengatakan, ada sebanyak 293 unit bantuan bedah rumah untuk RTLH diwilayah selatan dan timur. Semua itu akan disalurkan dan akan terealisasi dibulan september/oktober mendatang.

“Kita akan terima seluruh aspirasi dan keluhan masyarakat dan kita akan survei langsung kelokasi pemukiman warga dalam waktu dekat ini,” ucap Marwazi.

Marwazi menghimbau, agar seluruh kepala jorong yang ada agar dapat melihat dan benar-benar berpihak kepada masyarakat. “Utamakan kesejahteraan masyarakat dan jangan tebang pilih,” himbaunya. (Rel/irf)