Serangan Netizen Tentang Pelayanan Publik di Tanah Datar, Eka Putra; Peluk Tanda Diri Saja

TANAH DATAR, KABARDAERAH.COM — Kepemimpinan bupati dan wakil bupati Tanah Datar, Eka Putra – Richi Aprian sejak diluncurkannya program unggulan (Progu) Bajak Gratis beberapa waktu lalu, menjadi berita bombastis dan berbagai komentar diberikan oleh kalangan masyarakat Tanah Datar.

Dan berbagai komentar, baik itu dukungan dan apresiasi kepada pasangan pemenang pilkada 2020 ini, tidak membuat keduanya bereforia. Hingga saat ini, Eka – Richi selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat dengan tetap berinovasi disegala bidang.

Melihat progu pemkab tentang bajak gratis menjadi bombastis, komentar dan kritikanpun masih selalu diterima oleh Eka-Richi, terutama mengenai pelayanan publik di Kabupaten Tanah Datar.

Karena kepemimpinan Eka-Richi dianggap belum mampu untuk memperbaiki pelayanan publik yang ada di Tanah Datar.

“Siapa bilang tidak kami perhatikan, Peluk Tanda Diri saja. Biar tahu, apa yang sudah dilakukan oleh pemkab untuk masyarakat,” ungkap bupati Eka Putra, Jumat (04/02/2022) usai pelantikan pejabat administrator di Aula Kantor Bupati.

Mengenal Peluk Tanda Diri

Yang dimaksud bupati Eka Putra Peluk Tanda Diri adalah sebuah aplikasi pelayanan publik yang sudah diluncurkan pemkab Tanah Datar. Dan ini merupakan inovasi pelayanan publik dimasa pandemi Covid-19 oleh Eka-Richi.

Program Unggulan Tanah Datar di Ujung Jari atau Peluk Tanda Diri adalah sebuah program pemkab dalam mempercepat layanan melalui aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan, artinya mengefektifkan waktu, menghemat biaya masyarakat untuk pelayanan dasar, seperti urusan kependudukan, kesehatan dan dan perizinan.

Menurut Kadis Kominfo Tanah Datar Abrar, kepada media ini, Jumat (04/02/2022) mengatakan jika dalam pelayanan ini masyarakat dapat mengurus segala urusan hanya dengan di rumah saja. Ini sudah ada sejak Mei 2021 lalu.

“Tidak perlu datang mengunjungi OPD, cukup melalui telfon pintar/android tanpa harus mendatangi kantor/dinas terkait. Dan bagi masyarakat yang belum bisa, cukup datangi kantor Wali Nagari di Nagarinya masing-masing. Nanti pasti akan dibantu,” ungkap Abrar.

Katanya, program Peluk Tanda Diri ini dicetuskan oleh pemkab mengingat jarak ibukota kabupaten dengan kecamatan cukup jauh dan memakan waktu, sehingga untuk mengurus surat mereka harus mengeluarkan biaya cukup besar dan waktu cukup lama.

“Ini pernah dipresentasikan bupati (Eka Putra) saat menggelar Webinar bersama Perwakilan Ombudsman perwakilan Sumatera Barat, waktu lalu dan program Peluk Tanda Diri ini menifik beratkan pada tiga aspek,” tambahnya.

Yang pertama adalah kemudahan dalam pengurusan administrasi kependudukan yang dikenal dengan OASE DUKCAPIL, ini ada di Dinas Dukcapil, kedua pengurusan perizinan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) pada Dinas PMTSP dan yang ketiga pelayanan kesehatan atau perawatan kesehatan masyarakat melalui Nomor Hotline yang terhubung pada Dinas Kesehatan.

“Jadi bagi mereka yang ingin mendapatkan pelayanan ini mudah, dan salah jika menilai pelayanan publik tidak diperhatikan oleh pimpinan daerah. Tranformasi dan inovasi pelayanan publiklah yang pertama di lakukan pemkab agar kesulitan masyarakat dapat teratasi,” tutur Abrar.

Ia berharap, inovasi tersebut juga bisa datang dari pemangku kepentingan untuk mendorong menciptakan terobosan dalam pemberian layanan kepada masyarakat.

“Ingin layanan publik? Peluk Tanda Diri saja,” pungkas Abrar. (Al/Sw007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *