Beranda DAERAH Event Of The Year Cafladoepa, SMAN 2 Payakumbuh Wisuda 55 Hafidz

Event Of The Year Cafladoepa, SMAN 2 Payakumbuh Wisuda 55 Hafidz

32

Sumbar.Kabardaerah.com— Payakumbuh, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menghadiri acara “Baralek Gadang”  bertajuk “Event of the Year Cafladoepa” yang digelar SMAN 2 Payakumbuh pada Sabtu (14/04). Acara tersebut merupakan rangkaian acara perpisahan siswa kelas XII yang baru selesai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tanggal 9 s/d 12 April lalu.

Turut hadir bersama Walikota Payakumbuh, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat diwakili Kasi Kurikulum, Mardison, Asisten II Amriul Dt. Karayiang, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Zulinda Kamal, Kakan Kemenag, Asra Faber, Kasi PNFI Diknas, Irwanto, Kepala Sekolah, Irma Takarina, Ketua Komite, Ismet, Ketua LKAAM, W. Dt. Paduko Bosa Dirajo, Pembina tahfidz, Amru Siregar, para undangan dan wali murid.

Dalam laporannya Kepala SMAN 2 Payakumbuh, Irma Takarina menyampaikan bahwa pelaksanaan “Event Of The Year Cafladoepa” sebelumnya telah diawali dengan khatam al quran pada Jum’at (13/4).

“Rangkaian kegiatan kita telah dimulai dari hari Jumat (13/4 -red) kemarin dengan khatam Al Qur’an dan akan diakhiri pada esok hari (minggu, 15/4 -red) dengan kegiatan pengembalian 362 siswa kelas XII oleh pihak sekolah kepada walimurid,” ujar Irma Takarina mengawali laporannya.

Dijelaskan, pihaknya menerapkan kebijakan dimana pada 15 menit jam pertama seluruh siswa muslim wajib membaca/menghafal Al Qur’an dipandu guru mengajar jam pertama.

“Dengan kebijakan tersebut, maka dalam tiga tahun, seluruh siswa muslim minimal telah bisa mengkhatamkan Al Qur’an minimal satu kali,” jelas Irma.

“Alhamdulillah tahun ini meningkat 100 % lebih dari tahun lalu, yakni sebanyak 55 siswa,” ucap Irma.

Sementara itu, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran SMAN 2 Payakumbuh yang sukses melahirkan generasi penerus yang kuat ilmu dan imannya.

“Saya turut berbangga dengan prestasi SMAN 2 Payakumbuh ini, terima kasih atas dedikasi bapak ibu semua telah mampu melahirkan para hafidz/ah disekolah kita ini, mari kita syukuri, dan kalau bisa kita dorong mereka untuk bisa sampai hafidz hingga 30 juz,” ujar Walikota, Riza Falepi.

Kepada hadirin khususnya para siswa, Walikota Riza mengajak untuk terus menghafal dan mendalami Al Quran, karena kesempatan emas belajar dan memahami ilmu adalah pada masa-masa usia sekolah.

“Sebagaimana pepatah, belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar kala dewasa bagai mengukir diatas air. Jadi sekaranglah kesempatan emas anak bapak semua menuntut ilmu, termasuk Ilmu Al Qur’an. Al Qur’an adalah Way of Life, teruslah dalami walaupun harus menambah jam belajar. Yakinlah, semua itu akan berbuah manis,” terang Wako Riza.

Riza juga menyinggung sejarah tokoh-tokoh nasional bahkan internasional asal minangkabau yang memperoleh ilmunya dari proses pembelajaran di surau-surau.

“Minangkabau adalah sarangnya para ulama dan ilmuwan besar yang dikagumi dunia. Semuanya itu hanya berawal dari surau-surau kecil. Bukan tidak mungkin ada diantara anak-anak kita ini, kelak akan menjadi tokoh dan pemimpin negara ini,” ujar Walikota Riza.

Pasca sambutan, Walikota Riza Falepi mengikuti prosesi khatam hafidz yang dibimbing oleh pembina tahfidz, Ustadz Amru Siregar. Dihadapan para undangan, Amru melakukan ujian hafalan ayat-ayat sulit kepada 3 (tiga) orang siswa SMAN 2 Payakumbuh yang memiliki hafalan terbanyak.

Ketiga siswa tersebut adalah Akhlakul Imam (hafidz 22 juzz dengan fashohah 17 juzz), Muhammad Abdullah Mansur (hafidz fashohah 7 juzz) dan Muhammad Reihan Adra (hafidz fashohah 4 juzz).

Khusus buat Imam (sapaan Akhlakul Iman-red) yang menjadi siswa dengan hafalan Qur’an terbanyak diberi reward berupa umrah. Penyerahan hadiah dilakukan langsung Walikota Payakumbuh Riza Falepi didampingi kepala sekolah Irma Takarina.

Dilaporkan, ada yang menarik soal Imam. Matanya dari kecil sudah ada kelainan, yaitu Rabun. Kalau membaca harus dekat-dekat ke mata, kalau tidak, tidak kelihatan bacaannya, dan kalau jalan agak hati-hati. (KD Uchok)