20 Hektar Sawah tertimbun tanah, Irigasi rusak total di air Haji Pessel

 

PESISIR SELATAN, KABARDAERAH – Sudah satu tahun berlalu sejak banjir bandang melanda Kampung Koto Langang, Kenagarian Rantau Simalenang Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, pada tahun 2024 lalu. Namun, dampaknya masih terasa hingga kini. Sekitar 20 hektar sawah milik petani setempat masih tertimbun tanah, sementara irigasi rusak total dan tidak bisa lagi dialiri air. Akibatnya, para petani tidak bisa menggarap sawah mereka selama setahun terakhir.

Walinagari Rantau Simalenang Air Haji, Anan Bakri, membenarkan kejadian tersebut. “Banjir bandang yang terjadi pada tahun 2024 lalu telah menyebabkan puluhan hektar sawah dan irigasi rusak parah. Sawah-sawah tersebut tertimbun tanah sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam,” ujar Anan Bakri, Selasa (11 Maret 2025).

Ia menjelaskan bahwa masyarakat, khususnya para petani, sangat dirugikan akibat bencana ini. “Para petani tidak bisa bertani karena sawah mereka tertimbun tanah. Ini sangat memengaruhi kehidupan mereka karena sawah adalah sumber penghidupan utama,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Nagari Rantau Simalenang Air Haji telah mempersiapkan proposal permohonan bantuan untuk diajukan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait. “Kami dari Pemerintah Nagari sudah mempersiapkan proposal untuk diajukan kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bapak Bupati Hendrajoni. Kami berharap beliau dapat mencarikan solusi agar sawah-sawah ini bisa berfungsi kembali,” jelas Anan Bakri.

Proposal tersebut memuat permintaan bantuan alat berat, seperti ekskavator, untuk membersihkan tanah yang menimbun sawah serta perbaikan irigasi yang rusak. “Kami membutuhkan alat berat untuk mengangkat tanah yang menutupi sawah. Selain itu, irigasi yang rusak juga perlu diperbaiki agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah warga,” ujarnya.

Anan Bakri menjelaskan bahwa pemulihan sawah dan irigasi sangat penting untuk mengembalikan aktivitas pertanian di wilayah tersebut. “Jika sawah dan irigasi tidak segera diperbaiki, warga akan semakin kesulitan. Kami berharap pemerintah daerah bisa segera mengambil tindakan,” katanya.

Sementara itu, Warga setempat pun menaruh harapan besar kepada Bupati Hendrajoni untuk segera menindaklanjuti permohonan tersebut. “Kami berharap Bapak Bupati bisa membantu kami. Sawah adalah sumber kehidupan kami. Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir akan semakin sulit memulihkan kondisi kami,” ujar Ujang (50 tahun) salah seorang petani setempat.

Dengan harapan besar dari warga, pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi sawah dan irigasi di Kenagarian Rantau Simalenang Air Haji. Hal ini tidak hanya penting untuk mengembalikan aktivitas pertanian, tetapi juga untuk memulihkan perekonomian warga setempat yang bergantung pada hasil pertanian”, Tutup Walinagari, Anan Bakri. (EF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *