Tanah Datar, Kabardaerah.com — Warga Jorong Koto Panjang, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, mulai geram. Ruas jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat kini rusak parah setelah dijadikan jalur alternatif kendaraan dari arah Payakumbuh menuju Sijunjung maupun sebaliknya.
Lonjakan kendaraan terjadi pasca putus totalnya jembatan Titian Putiah di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Ironisnya, jalur yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan itu kini dipaksa menahan beban kendaraan bertonase besar hingga mencapai 32 ton.
Akibatnya, badan jalan di sejumlah titik mulai hancur, berlubang, dan membahayakan pengendara maupun warga sekitar.
Salah seorang warga, Ismail (45), mengatakan kondisi jalan semakin memprihatinkan sejak dijadikan jalur alternatif.
“Sebelumnya jalan ini memang sudah rusak, tapi sejak kendaraan besar dialihkan ke sini, kerusakannya makin parah. Kami minta pihak terkait mengatur kendaraan yang boleh melintas. Sekarang truk berat 32 ton juga bebas lewat,” ujarnya, Sabtu (23/05/26) pagi.
Menurut warga, jalan kabupaten tersebut sejatinya tidak layak dilalui kendaraan bertonase berat. Selain sempit, konstruksi jalan dinilai tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan besar secara terus-menerus.
Keresahan serupa juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, Indra Gunalan. Ia menilai lemahnya pengawasan dari pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan, berpotensi mempercepat kehancuran infrastruktur jalan di kawasan itu.
“Kalau kendaraan berat terus dibiarkan keluar masuk, jalan ini bisa rusak total. Warga sebenarnya sudah berupaya menjaring dan membatasi kendaraan yang lewat, tapi seharusnya pemerintah dan Dinas Perhubungan yang bertindak tegas,” katanya.
Indra meminta pemerintah segera memasang pemberitahuan resmi dan larangan bagi kendaraan bertonase berat untuk melintasi ruas jalan Simpang Kantor Wali Nagari Tigo Jangko menuju Tanjung Bonai Aur.
Warga berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap kondisi tersebut. Jika dibiarkan berlarut, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta keselamatan masyarakat di kawasan Lintau Buo Utara. (dby)










