Padang Pariaman, KabarDaerah.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Regional 3 InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (13/08/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan pesisir dari berbagai ancaman bencana. Dalam kegiatan itu, Regional 3 InJourney Airports BIM melakukan penanaman bibit mangrove sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Kepala Regional 3 InJourney Airports, Dwi Ananda mengatakan, bahwa kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki potensi menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk tsunami.
“Penanaman mangrove ini merupakan salah satu bentuk perhatian kami terhadap lingkungan. Kita memiliki wilayah yang memiliki dampak dan risiko tsunami, sehingga keberadaan mangrove di kawasan pesisir menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penanaman mangrove di Pantai Tiram juga sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Kawasan pesisir, kata dia, tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Karena itu, kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar aktivitas pariwisata tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.
Dwi Ananda berharap kegiatan penanaman mangrove tersebut tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh masyarakat. Mangrove yang sudah ditanam tentu harus dirawat agar bisa tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program penghijauan di kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas lingkungan maupun kelompok sadar wisata dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman mangrove yang telah ditanam.
Dengan adanya penanaman mangrove tersebut, diharapkan kawasan Pantai Tiram semakin hijau dan memiliki perlindungan alami terhadap abrasi maupun ancaman bencana di kawasan pesisir.
Selain manfaat ekologis, keberadaan hutan mangrove juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Kawasan mangrove yang terjaga dengan baik berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Regional 3 InJourney Airports BIM juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanaman mangrove yang telah ditanam. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting karena keberlanjutan program lingkungan tidak hanya bergantung pada pihak yang melakukan penanaman, tetapi juga pada kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Momentum peringatan HUT ke-81 RI pun diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian dalam menjaga lingkungan dan menciptakan kawasan pesisir yang aman, hijau serta berkelanjutan.
Pantai Tiram Ulakan sendiri menjadi salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata cukup besar di Kabupaten Padang Pariaman. Dengan pengelolaan lingkungan yang baik, kawasan tersebut diharapkan mampu berkembang sebagai kawasan wisata sekaligus tetap mempertahankan fungsi ekologisnya.
Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, Regional 3 InJourney Airports BIM menunjukkan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Syafriyon, menyambut baik kegiatan penanaman mangrove tersebut. Ia mengatakan, keberadaan mangrove sangat penting dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman pengikisan atau abrasi.
Menurutnya, mangrove juga mempunyai fungsi ekologis yang besar karena menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut sekaligus membantu mengembalikan keseimbangan ekosistem di kawasan pesisir.
“Penanaman mangrove ini sangat penting untuk mengamankan pesisir pantai dari pengikisan sekaligus mengembalikan ekosistem laut,” kata Syafriyon.
Ia menambahkan, kegiatan penghijauan seperti penanaman mangrove sejalan dengan visi dan misi Bupati Padang Pariaman dalam menghadirkan program pembangunan yang memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Penghijauan di kawasan pesisir, lanjutnya, bukan hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Dengan kawasan pesisir yang lebih terjaga, ancaman abrasi dan dampak bencana dapat diminimalkan.
“Ini sejalan dengan visi dan misi Bupati, bagaimana melakukan penghijauan yang memiliki dampak besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Syafriyon berharap program penanaman mangrove tersebut dapat terus dilanjutkan di sejumlah kawasan pesisir lainnya. Menurutnya, penanaman harus dibarengi dengan pemeliharaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kita program seperti ini terus berlanjut. Yang paling penting setelah penanaman adalah bagaimana perawatannya, sehingga mangrove yang sudah ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan ditanamnya 10 ribu bibit mangrove di Pantai Tiram, diharapkan kawasan pesisir tersebut semakin terlindungi sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis lingkungan.
Keterlibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pihak lainnya dinilai menjadi kunci agar program penghijauan pesisir tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat disekitar kawasan pantai.
Penulis : IDM
Editor : Falsanar










