Beranda DAERAH Baharuddin : Pasaman Barat Harus Satu Komando, Kalau Tidak Akan Hancur

Baharuddin : Pasaman Barat Harus Satu Komando, Kalau Tidak Akan Hancur

2225

Sumbar.Kabardaerah.com— Pasbar, Mantan Bupati Pasaman Barat (Pasbar) periode 2011-2016 Drs.H.Baharuddin Rabaan,MM hadiri aksi demo Masyarakat Pasaman Barat Bersatu.

Aksi masyarakat pasaman barat bersatu yang dihadiri ribuan orang ini, yang dipusatkan dikantor bupati pasaman barat, senin (30/4/2018). Menuntut Seketaris Daerah Pasaman Barat, H.Manus Handri dan kroni-kroninya diberhentikan.

Tokoh masyarakat pasaman barat ini menyempatkan hadir dan bergabung ditengah-tengah massa yang berunjuk rasa.

Mantan Bupati Pasbar yang akrab dipanggil dengan sebutan Inyiak Bahar ini kepada media menuturkan, bahwa ia menilai ada dua kekuatan, yakni kekuatan bupati dan kekuatan seketaris daerah. “Ini sudah salah besar dalam menjalankan roda kepemerintahan,” tuturnya.

Dikatakan, ketegasan dan sikap bupati sangat dipertanyakan dalam mengatur manajerial aparaturnya, seharusnya bupati harus menekan dan bertindak tegas terhadap sekdanya agar tidak terjadi penyimpangan wewenang jabatan,” kata inyiak bahar.

Ia menilai, Opd ini tidak nyaman dalam bekerja karena bupati tidak bijak dalam menangani sekdanya. Masyarakat hanya menginginkan kenyamanan dan ingin diayomi, dan tidak ingin melihat dan mendengar kepala dinas yang arogan terhadap bawahannya.

Dijelaskan, Bupati syahiran harus jeli dan bersikap tegas menyikapi tuntutan masyarakatnya, jika tidak akan berimbas terhadap dirinya sendiri. Apa lagi saya mendengar fungsi Wakil Bupati tidak berjalan, diduga selalu dikangkangi oleh sekda,” jelasnya.

Ia juga menilai, sekda tidak menghargai wakil bupati sebagai orang kedua tertinggi dipemerintahan pasaman barat ini. Karena menurutnya kunci jalannya roda pemerintahan ini saling harga menghargai.

Sepertinya sekda ini lebih tinggi dari wakil bupati, dan bahkan keputusan bupati diduga di anulir sekda. Sehingga membuat tatanan roda pemerintahan saling tumpang tindih, dan akan berakibat kehancuran pasaman barat karena tidak satu komando,” tuturnya.

Ia berharap, Bupati Syahiran dan Wakil Bupati Yulianto dapat bersatu kembali. Karena saya melihat kedua petinggi pasaman barat ini tidak ada kerukunan, ini diakibatkan oleh sekda ini selalu menganulir semua keputusan,” harapnya.

Saya kira semua ini disertai oleh kepentingan politik, karena negara ini diatur oleh politik. Semoga kedepan Bupati bisa bersinergi kembali dengan Wakil Bupati, dan memberikan kewenangan yang seharusnya dimiliki oleh wakil bupati, karena hari ini Bupati diuji oleh masyarakat pasaman barat,” tutup mantan bupati pasaman ini mengakhiri. (Red)