Donasi Jilid 2 Warga Kubu Kerambil, Salurkan Ratusan Nasi Bungkus Kepada Korban Galodo

TANAH DATAR, KABARDAERAH.COM– Begitu antusiasnya warga Kubu Kerambil Nagari Batipuh Baruah Kecamatan Batipuh Tanah Datar untuk meringankan beban para korban banjir dan galodo, melalui warganya kembali menggalang donasi bantuan, ratusan nasi bungkus diberikan kepada pengungsi, Rabu (17/12/2025).

Donasi dan bantuan kemanusiaan jilid dua ini, merupakan sumbangsih dari warga Kubu Kerambil sendiri dan melalui perantau mereka yang berada di luar Tanah Datar.

Wajah layu dan berharap dari para korban, sedikit terobati oleh bantuan yang diantarkan langsung oleh kepala jorong Kubu Kerambil Mega Lisda yang selama ini memberikan motivasi kepada warganya.

“Ini bantuan dari warga kami (Kubu Kerambil) yang kedua, dan semua ini murni adalah aksi sosial, aksi kemanusiaan dan rasa empati kami kepada saudara kami yang tertimpa musibah,” ungkap Mega Lisda didamingi Ketua Pemuda Kubu Kerambil Anis dan Ketua LMJ DT Panyalai.

Untuk donasi kali ini tambah Mega, adalah paket nasi bungkus sejumlah 350 bungkus yang diberikan kepada warga yang terkena dampak di Bungo Tanjung, Tanjung Sawah, Duo Koto dan Muaro Ambius. Dan pemberian bentuk dana di Padang Kunyit.

“Walau ini adalah donasi yang kedua, namun antusias warga Kubu Kerambil belum luntur, mungkin karena bencana kali ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat disana donasi pun terkumpul dengan baik,” sebut Mega.

Ia berharap, donasi yang telah diberikan oleh warga Kubu Kerambil bisa sedikit membantu meringankan beban para korban, setidaknya pada hari ini para korban terbantu dalam bidang pangan.

“Jangan dinilai dari besar dan kecilnya, yang penting pembsrian ini ikhlas dan semata mata murni karena empati terhadap sesama. Semoga dengan hal sekecil ini dapat memberikan manfaat kepada saudara kami,” tutur Mega Lisda.

Bencana alam yang menimpa Kabupaten Tanah Datar pada akhir November 2025 lalu cukup besar, dan wilayah terparah dilanda air bah dan kongsor itu adalah Batipuh dan Batipuh Selatan serta X Koto. Selain menewaskan 3 orang warga, kerugian materi mencapai Rp 500 milyar lebih. (Bdoy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *