Kebakaran Landa Dapur Warga di Ranah Pesisir, Api Berkobar Saat Subuh

Oplus_16908288

 

PESISIR SELATAN, KABARDAERAH  – Suasana subuh di kawasan Tarok Randah, Nagari Koto VIII Hilir, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (18/4/2026). Kepulan asap hitam tebal membubung dari belakang rumah seorang warga, memicu kepanikan dan gerak cepat tim pemadam kebakaran.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima KABARDAERAH, peristiwa nahas ini menimpa bangunan dapur semi permanen milik Ermi Delmi (50), seorang ibu rumah tangga. Dapur yang sehari-hari digunakan sebagai tempat usaha pembuatan lontong dan sate itu dilalap si jago merah sekitar pukul 05.50 WIB.

Plh. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, S.STP., M.M, dalam laporannya menyebutkan bahwa laporan pertama kali masuk ke Pos Damkarmat Sektor Balai Selasa pada pukul 05.42 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh Staf Wali Nagari Koto VIII Pelangai yang mengetahui adanya potensi api menjalar ke permukiman padat.

 

Begitu sirine meraung, Regu C yang bertugas langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan satu unit armada pemadam berkapasitas 5.000 liter. Meskipun harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer dengan kondisi jalan pedesaan, petugas hanya membutuhkan waktu respon selama 7 menit untuk tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setibanya di lokasi, api sudah cukup besar melalap bagian dapur belakang. Fokus utama kami adalah mencegah api merambat ke bangunan induk rumah permanen yang berada tepat di depannya,” ujar Dongki Agung Pribumi dalam keterangan tertulisnya.

 

Keberhasilan signifikan dalam insiden ini adalah terselamatkannya aset utama keluarga Ermi Delmi. Tim Damkar dibantu oleh personel Kepolisian Sektor Ranah Pesisir serta swadaya masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pembasahan dan pemblokiran api.

Hasilnya, satu unit rumah permanen dengan taksiran nilai mencapai Rp500 juta berhasil diamankan tanpa kerusakan berarti. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan hanya mencapai Rp2 juta, terbatas pada peralatan dapur, bahan baku lontong, dan bangunan dapur kayu yang menjadi titik awal kebakaran.

“Kami langsung melakukan prosedur pemadaman, pendinginan, serta overhaul atau pembongkaran sisa material yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi menyala kembali,” tambah Dongki.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada hubungan pendek arus listrik atau kelalaian saat proses memasak, mengingat insiden terjadi di area dapur usaha.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha rumahan, untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan memastikan kompor dalam kondisi mati total sebelum meninggalkan dapur,” pungkasnya.

Kondisi di lokasi kejadian saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali setelah petugas menyelesaikan tahap pendinginan terakhir pada pukul 07.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. (EF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *