Polres Muko-Muko Kirim 21 Jenis Logistik Vital untuk Korban di Pesisir Selatan

 

PESISIR SELATAN, KABARDAEEAH.Com – Di tengah deru upaya pemulihan pascabencana, konvoi solidaritas sesama aparat kepolisian tiba membawa harapan. Polres Muko-Muko, melalui jajaran Polseknya, mengerahkan bantuan kemanusiaan skala besar untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah hukum Polsek Lengayang, Polres Pesisir Selatan.

Ratusan paket logistik yang terdiri dari 21 jenis kebutuhan dasar tiba dengan selamat dan siap didistribusikan kepada korban yang paling membutuhkan.

Kedatangan bantuan ini tidak hanya sekadar pengiriman barang, tetapi juga menjadi momentum pertemuan emosional antara pimpinan kedua Polres. Acara serah terima yang digelar di Polsek Lengayang dihadiri oleh pejabat tinggi dari kedua institusi, menegaskan bahwa solidaritas dalam tubuh Polri mengalahkan batas wilayah administratif.

Dari Polres Muko-Muko, hadir Wakapolres yang memimpin delegasi, didampingi Kabag SDM, Kasat Samapta, Kasat Narkoba, Kanit Gakkum, serta perwakilan Bhayangkari. Sementara Polres Pesisir Selatan diwakili oleh

Kabag SDM, Kapolsek Lengayang beserta jajaran, serta Ketua Ranting Bhayangkari setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa “Bhayangkara” tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan penolong di saat masyarakat paling membutuhkan.

 

Bantuan yang dikirimkan menunjukkan perencanaan matang dengan memperhatikan berbagai aspek kebutuhan korban bencana:

Bahan Pokok Pangan: 70 dus mie instan, 7 karung beras  50 kg, dan 67 karung beras  5 kg.

Bahan Tambahan & Minuman: Minyak goreng, air mineral kemasan, dan ikan sarden kaleng.

Kebutuhan Spesifik Keluarga: Susu formula (SGM dan Zee), pampers, dan pembalut wanita.

Sandang: 82 karung dan 34 dus pakaian layak pakai.

Komposisi bantuan yang lengkap ini menunjukkan sensitivitas terhadap kebutuhan semua kalangan, mulai dari balita hingga orang dewasa, dengan fokus pada pemenuhan nutrisi dan sandang.

Wakapolres Muko-Muko dalam pernyataannya menekankan semangat kebersamaan. “Bencana ini adalah ujian bagi kita semua. Sebagai sesama aparat negara dan anak bangsa, kami di Muko-Muko tergerak untuk turut meringankan beban saudara-saudara kami di Pesisir Selatan. Bantuan ini mungkin kecil, tetapi kami kirim dengan hati yang besar,” ujarnya penuh haru.

 

Kapolsek Lengayang, yang menerima simbolis bantuan, menyampaikan terima kasih mendalam. “Di tengah kesulitan, kehadiran dan dukungan dari Polres Muko-Muko seperti oase di padang pasir.

 

Bantuan ini sangat tepat sasaran dan akan segera kami salurkan kepada masyarakat yang paling terdampak. Ini membuktikan bahwa Polri adalah satu tubuh yang selalu kompak, baik dalam tugas operasional maupun dalam aksi kemanusiaan,” ungkapnya.

 

Usai upacara serah terima, Polsek Lengayang dengan sigap membentuk tim distribusi. Bantuan yang tadi masih dalam bentuk kardus dan karung, segera dikemas ulang menjadi paket-paket siap edar. Prioritas distribusi diberikan kepada kelompok rentan: keluarga dengan balita dan lansia, penyintas yang kehilangan tempat tinggal, serta masyarakat yang aksesnya terbatas akibat bencana.

Aksi kemanusiaan lintas wilayah ini merupakan bagian dari tradisi solidaritas yang telah mengakar dalam budaya Polri. Di saat bencana melanda, seragam biru tak hanya menjadi penjaga keamanan,

tetapi juga menjadi ujung tombak logistik dan simbol kepedulian yang nyata. Bantuan dari Polres Muko-Muko ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik korban bencana di Pesisir Selatan, tetapi juga memulihkan harapan dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. (EF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *