Ruas Jalan Bukik Mantobak Terancam Jadi Jalur Maut, Warga Minta Pemkab Jangan Tunggu Korban

Tanah Datar, kabardaerah.com – Kondisi ruas jalan Bukik Mantobak yang menghubungkan Tepi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, kian memprihatinkan.

Jalan kabupaten yang menjadi urat nadi transportasi warga itu kini nyaris “ditelan” semak dan rumput liar.

Pantauan di lapangan, rumput dan semak belukar tumbuh subur hingga menutupi hampir separuh badan jalan.

Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada tikungan dan jalur menanjak, karena jarak pandang pengendara semakin terbatas.

Ironisnya, jalan yang dibangun dan difungsikan sebagai jalan alternatif sejak tahun 2022 lalu itu justru kini luput dari perhatian.

Padahal, keberadaannya sangat vital bagi masyarakat Lintau dan sekitarnya sebagai jalur penghubung menuju kota Batusangkar, sekaligus penopang utama aktivitas pertanian warga.

“Jalan ini sering dipakai masyarakat setiap hari, baik untuk ke sawah maupun ke Batusangkar. Sekarang kondisinya sudah sangat rawan,” ujar Janu (48), warga sekitar, kepada wartawan, Senin (02/02/26).

Menurut Janu, jika tidak segera dilakukan pembersihan dan perawatan rutin, potensi kecelakaan hanya tinggal menunggu waktu. Ia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur yang jelas-jelas menjadi kewenangan kabupaten.

“Ini jalan kabupaten. Tapi perawatannya sangat kurang. Jangan sampai menunggu ada korban dulu, baru sibuk diperhatikan,” tegasnya.

Kecemasan serupa juga dirasakan pengendara lain, terutama para warga yang melakukan aktifitas bertani dan berladang jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Mereka juga akan berpas pasan dengan pengendara lain yang juga mengendarai kendaraan roda empat.

Selain mempersempit badan jalan, semak yang menjalar juga berpotensi menjadi tempat hewan liar keluar ke jalan secara tiba-tiba, menambah risiko kecelakaan lalu lintas.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan pembersihan dan pemeliharaan rutin. Mereka menilai langkah preventif jauh lebih penting ketimbang penanganan setelah terjadi kecelakaan. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *