Berlangsung Meriah Ribuan Pengunjung Ikuti Barefoot Running Padang Pariaman 2026

Padang Pariaman – Sekitar 2.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Barefoot Running Padang Pariaman 2026, event lari tanpa alas kaki pertama di Pulau Sumatera yang berlangsung di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Sabtu (1/8/2026).

Bukan sekadar olahraga, ajang ini menjadi bukti bahwa sport tourism mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Hotel, rumah makan, transportasi lokal hingga pelaku UMKM turut merasakan manfaat dari hadirnya ribuan peserta.

Kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Andy Artha Donny Oktopura, bersama jajaran semakin menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model pengembangan kawasan pesisir sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru pascabencana di Padang Pariaman.

Sekjen KKP menyampaikan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis pemerintah yang tidak hanya bertujuan mengembangkan kawasan pesisir, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman.

“Kami ingin bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan yang terdampak bencana hidrometeorologi, dapat segera pulih dan kembali tumbuh,” ujarnya.

Ia berharap Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Pariaman dapat menjadi model nasional dalam meningkatkan produktivitas nelayan, hasil produksi perikanan, pendapatan masyarakat pesisir, sekaligus menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktur Sarana Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Direktur Promosi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Gubernur Sumatera Barat, Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat, Forkopimda, DPRD, kepala OPD, serta berbagai unsur pemerintah dan mitra.

Menurutnya, Barefoot Running bukan sekadar ajang olahraga, tetapi merupakan perpaduan antara olahraga, pariwisata, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, sekitar dua ribu peserta mengikuti Barefoot Running tahun ini. Ini membuktikan bahwa Padang Pariaman memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism nasional yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.

Ia menjelaskan, kehadiran ribuan peserta memberikan dampak nyata terhadap sektor penginapan, rumah makan, transportasi lokal hingga pelaku UMKM yang ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan event.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Berbagai event akan terus digelar melalui program Padang Pariaman 100 Festival sebagai strategi memperkuat promosi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

John Kenedy Azis juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Katapiang.

Menurutnya, kawasan tersebut kini telah menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari senam massal TP PKK, GOW dan DWP, festival budaya hingga kini menjadi lokasi penyelenggaraan Barefoot Running.

“Ke depan masih banyak event yang akan kami laksanakan di kawasan ini. Kampung Nelayan Merah Putih akan terus kami hidupkan sebagai pusat aktivitas masyarakat, destinasi wisata, sekaligus penggerak ekonomi baru di Padang Pariaman,” katanya.

Sementara Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, atmosfer persaingan yang ketat sejak garis start hingga finis membuktikan tingginya kualitas kompetisi. Para pelari terbaik dari luar Sumatera Barat maupun tuan rumah saling unjuk kemampuan untuk menjadi yang tercepat menaklukkan lintasan pasir Pantai Katapiang.

Pada kategori Championship 5 Kilometer Putri, gelar juara berhasil dibawa pulang Jelita Optiani Laoli dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Kabupaten Tapanuli Selatan. Dengan catatan waktu 25 menit 40 detik, Jelita tampil dominan dan menjadi pelari tercepat di nomor putri.

Posisi kedua diraih Tarisya Mulyana asal Kota Bukittinggi dengan waktu 27 menit 00 detik, disusul wakil tuan rumah Siska Helmiranita dari Padang Pariaman di peringkat ketiga dengan catatan 27 menit 45 detik.

Sementara itu, Juni Ramayani dari Padang Panjang menempati posisi keempat dengan waktu 28 menit 36 detik. Peringkat kelima diraih Geby Gerinaaa dengan catatan 29 menit 51 detik, sedangkan Syarifah Tuddin menempati posisi keenam setelah membukukan waktu 30 menit 18 detik.

Persaingan tak kalah sengit juga tersaji pada kategori Championship 5 Kilometer Putra. Pelari asal Dumai, Luhut Manik, tampil sebagai yang tercepat sekaligus keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu 21 menit 47,12 detik.

Peringkat kedua ditempati Zamzami asal Bukittinggi dengan waktu 22 menit 06,95 detik, hanya terpaut sepersekian detik dari Asael Ginting dari Yonif TP 897 Singgalang yang finis di posisi ketiga dengan waktu 22 menit 07,00 detik.

Peringkat kedua ditempati Zamzami asal Bukittinggi dengan waktu 22 menit 06,95 detik, hanya terpaut sepersekian detik dari Asael Ginting dari Yonif TP 897 Singgalang yang finis di posisi ketiga dengan waktu 22 menit 07,00 detik.

Adapun posisi keempat diraih Farit Erlangga asal Padang dengan catatan waktu 22 menit 20,57 detik, disusul Diego Rafli dari Sijunjung Atletik Club di posisi kelima dengan waktu 22 menit 35,52 detik, serta Oljumra Putra asal Padang di peringkat keenam dengan catatan 22 menit 55,80 detik.

Keberhasilan atlet-atlet dari berbagai daerah meraih podium menjadi bukti bahwa Barefoot Running Padang Pariaman telah mampu menarik perhatian pelari kompetitif dari berbagai penjuru Indonesia. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat posisi event ini sebagai agenda sport tourism yang memiliki daya tarik nasional. (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *