PESISIR SELATAN, KABARDAERAH.Com– Pasca diterjang bencana banjir yang merendam kawasan tersebut, semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi lingkungan kembali menggelora. Bak penyambung tali silaturahmi antara kepolisian dan warga,
Briptu Fajri, Bhabinkamtibmas Polsek Linggo Sari Baganti, tak sungkan turun langsung ke selokan untuk membersihkan sampah dan lumpur di Nagari Air Haji Tengah, pada Minggu (30/11). Aksi nyata ini menjadi simbol komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga di saat-saat sulit.
Bencana banjir yang melanda Nagari Air Haji Tengah beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan genangan air,tetapi juga tumpukan material lumpur, sampah, dan kayu yang menyumbat saluran-saluran air. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat proses pemulihan dan bahkan memicu genangan baru jika hujan datang.
Menyikapi hal tersebut, Briptu Fajri, yang sehari-hari dikenal dekat dengan warga binaannya, mengambil inisiatif. Dengan mengenakan seragam lapangan dan perlengkapan seadanya, ia menyusuri selokan-selokan di nagari tersebut. Dengan sabar.
ia mengangkat sampah-sampah plastik, dedaunan, dan lumpur yang mengeras. Aksi ini pun memicu partisipasi aktif warga setempat. Suasana yang awalnya muram pasca-bencana, berubah menjadi semangat kerja bakti yang penuh kekeluargaan.
“Ini adalah bagian dari bentuk bakti kami kepada masyarakat. Pasca-bencana, yang dibutuhkan warga bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kehadiran dan kepedulian. Dengan membersihkan lingkungan bersama, kita tidak hanya mencegah banjir susulan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan saling percaya antara polisi dan warga,” ujar Briptu Fajri dalam keterangannya.
Kapolsek Linggo Sari Baganti,AKP Welly Anoftri, S.H., menyatakan dukungan penuh atas aksi yang dilakukan oleh anggotanya. Ia menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai policing at the heart of the community (polisi yang berada di hati masyarakat) harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama di masa-masa pemulihan pasca-bencana.
“Apa yang dilakukan Briptu Fajri adalah cerminan dari nilai-nilai yang kami junjung di Polsek Linggo Sari Baganti. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Gotong royong dengan masyarakat adalah kunci untuk mempercepat pemulihan. Ini juga merupakan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air untuk mencegah terjadinya banjir di masa yang akan datang,” tegas AKP Welly.
Banjir yang melanda kawasan Pesisir Selatan bukan hanya sekadar peristiwa alam,tetapi juga ujian ketangguhan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di balik surutnya air, tersimpan cerita tentang rumah yang kotor, fasilitas umum yang rusak, dan trauma yang perlu diobati.
Dalam fase pemulihan ini, kehadiran negara, yang diwakili oleh figur seperti Bhabinkamtibmas, memiliki makna yang sangat dalam. Bantuan tidak hanya bersifat material, tetapi juga psikologis dan sosial.
Aksi membersihkan lingkungan bersama-sama menjadi terapi komunitas yang efektif. Ia memutus mata rantai kepasifan dan mengubah rasa putus asa menjadi energi positif untuk membangun kembali.
Kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pencegahan. Masyarakat diedukasi bahwa membuang sampah sembarangan dapat berakibat fatal. Dengan melihat langsung upaya pembersihan yang melelahkan, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan siap siaga menghadapi ancaman bencana di kemudian hari.
Aksi kepedulian Briptu Fajri ini diharapkan dapat menginspirasi semua pihak,baik instansi pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, untuk terus bergerak bersama. Pemulihan pasca-bencana adalah sebuah marathon,
bukan lari sprint. Dan dengan semangat gotong royong yang dipelopori oleh para penegak hukum di garis depan, harapan untuk kembali bangkit menjadi semakin nyata bagi warga Nagari Air Haji Tengah. (EF)










