PADANG, KABARDAERAH.Com – Dalam sebuah pengakuan atas kerja keras dan dedikasi yang tak kenal lelah, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pesisir Selatan dinobatkan sebagai unit terbaik dalam pengungkapan tindak pidana narkoba se-Sumatera Barat. Penghargaan bergengsi “Terbaik 1” itu diserahkan langsung dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) fungsi Narkoba Polda Sumbar, Jumat (19/12/2025), di Gedung Hoegeng, Mapolda Sumbar.
Prestasi tersebut bukan sekadar simbolis. Sepanjang tahun 2025, jajaran Satresnarkoba di bawah Polres Pesisir Selatan berhasil membongkar sejumlah kasus peredaran gelap narkotika, dengan total barang bukti sabu yang disita mencapai 291,86 gram. Angka ini melampaui kinerja seluruh Polres lain di bawah naungan Polda Sumbar, menempatkan mereka di puncak klasifikasi kinerja operasional.
“Penghargaan ini adalah buah dari sinergi tim, kerja cerdas, dan keberanian personel di lapangan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat Pesisir Selatan yang telah mempercayakan keamanan dan ketertiban kepada kami,” ujar AKP Hardi Yasmar, S.H., selaku Kepala Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan, seusai menerima piagam penghargaan.
Rakernis yang dibuka oleh Wakapolda Sumbar itu bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga forum evaluasi dan penguatan strategi. Dalam sesi teknis, para peserta—yang terdiri dari perwakilan Satresnarkoba se-Sumbar—mendapatkan pembekalan dari sejumlah pihak kunci.
Mulai dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM), hingga akademisi dari Universitas Andalas. Kolaborasi multidisipliner ini diharapkan dapat memperkuat pendekatan pencegahan dan pemberantasan yang lebih komprehensif dan berbasis data.
Sebelum penyerahan penghargaan, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar memaparkan evaluasi kinerja tahunan secara detail, memetakan capaian, tantangan, dan langkah strategis ke depan. Prosesi penyerahan piagam kepada Polres Pesisir Selatan dan unit terbaik lainnya pun berlangsung khidmat, dihadiri oleh seluruh pimpinan dan personel fungsi narkoba se-Sumbar.
Bagi jajaran Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan, piagam ini bukanlah garis finish. “Ini justru menjadi bahan bakar motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat pencegahan di tingkat komunitas,” tambah AKP Hardi Yasmar.
Prestasi ini juga menjadi penanda penting bahwa upaya pemutusan rantai peredaran narkoba di wilayah pesisir selatan Sumatra Barat menunjukkan hasil yang konkret. Diharapkan, pengakuan dari tingkat Polda ini dapat semakin mempererat koordinasi antarlembaga, mempercepat pertukaran informasi intelijen, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari ancaman narkoba bagi generasi muda Sumatra Barat.
Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama: penegakan hukum terhadap narkoba tetap menjadi prioritas utama dalam agenda perlindungan masyarakat dan bangsa. (EF)












