PESISIR SELATAN, KABARDAERAH.Com – Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda, ancaman kesehatan menjadi momok berikutnya yang menghantui masyarakat. Menyadari hal ini, Polres Pesisir Selatan (Pessel) tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga mengerahkan tim medisnya untuk turun langsung ke titik terdampak. Pada Senin (8/12/2025), Bakti Kesehatan digelar di dua nagari yang porak-poranda: Koto Ranah dan Muara Air, Kecamatan Bayang Utara.
Aksi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Kasat Dokkes Polres Pessel, dr. Mitra, ini dimulai tepat pukul 11.00 WIB. Tim yang terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman ini mendirikan posko kesehatan darurat di lokasi yang aksesnya sulit dijangkau. Tujuannya jelas: memberikan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan, dan obat-obatan gratis bagi warga yang rentan terkena penyakit pascabencana.
“Kondisi lingkungan pasca banjir dan longsor sangat rentan menjadi sumber penyakit. Sanitasi yang buruk, air bersih yang terbatas, dan lingkungan yang lembap dapat memicu wabah jika tidak diantisipasi. Kehadiran kami hari ini adalah upaya preemtif untuk mencegah hal itu,” tegas dr. Mitra di sela-sela kegiatan.
Hanya dalam rentang tiga jam—hingga pukul 14.00 WIB—tim Dokkes Polres Pessel berhasil memeriksa dan memberikan pengobatan kepada 30 warga. Angka ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan layanan kesehatan di daerah yang infrastrukturnya masih lumpuh pascabencana.
Mayoritas keluhan yang ditangani terkait langsung dengan kondisi lingkungan pascabencana. Mulai dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat menghirup debu dan udara lembap.
penyakit kulit karena kontak dengan air kotor, diare akibat sanitasi buruk, hingga luka-luka ringan yang berpotensi infeksi. Setiap pasien tidak hanya mendapat obat, tetapi juga konsultasi dan edukasi tentang cara menjaga kebersihan diri di tengah keterbatasan.
Seorang warga Muara Air, Ibu Suryani (48), mengungkapkan rasa leganya. “Sejak rumah kami tergenang, anak-anak mulai batuk dan gatal-gatal. Mau ke puskesmas, jalannya rusak parah. Alhamdulillah, Polres datang membawa dokter. Mereka periksa dengan sabar dan kasih obat. Ini sangat membantu kami,” ujarnya sambil memegang bungkusan obat.
Aksi Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari operasi besar Polres Pessel dalam fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi dengan pemerintah daerah dan organisasi relawan setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Kapolres Pesisir Selatan, melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa tugas Polri adalah melindungi dan mengayomi. “Perlindungan tidak hanya dari sisi hukum dan keamanan,
tetapi juga dari ancaman kesehatan yang bisa merenggut nyawa. Di saat akses kesehatan formal terhambat, kami hadir untuk menjembatani itu. Ini adalah wujud nyata Bhayangkara sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.
Melihat respons positif warga, Polres Pessel berencana memperluas cakupan Bakti Kesehatan ke nagari-nagari lain yang juga terdampak. Tim medis keliling akan dijadwalkan secara rutin hingga kondisi lingkungan dan akses kesehatan masyarakat pulih sepenuhnya.
Inisiatif ini mengukuhkan transformasi peran Polri di tengah bencana: dari penegak hukum menjadi ujung tombak penjaga kesehatan masyarakat, membawa stetoskop dan obat-obatan ke pelosok yang paling membutuhkan, mengobati luka fisik sekaligus menyuntikkan harapan bagi warga yang sedang berjuang bangkit. (EF)












