PESISIR SELATAN, KABARDAERAH. — Sebuah langkah strategis dalam membangun masa depan Nagari Padang XI Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dirumuskan. Pemerintahan Nagari setempat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) pada Senin (6/4/2026). Agenda utama dari pertemuan ini tak lain adalah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari (RPJMN) untuk periode 2026–2034.
Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat. Karena itu, proses penyusunan dokumen perencanaan ini dilakukan dengan cermat, dimulai dari tingkat paling bawah. Musrembang kali ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian musyawarah.
perkampungan yang digelar pada bulan Ramadhan lalu. Ketika itu, masyarakat dari berbagai jorong diberi ruang untuk mencurahkan aspirasi, menggali kebutuhan riil, dan menyuarakan harapan terhadap pembangunan nagari mereka.
“RPJM ini bukan sekadar dokumen administrasi. Ia adalah kerangka kerja utama Pemerintahan Nagari untuk delapan tahun ke depan. Karena itu, setiap usulan yang lahir dari musyawarah perkampungan harus kita cermati bersama. Pastikan ia selaras dengan arah kebijakan yang lebih tinggi, sehingga program yang kita susun bisa berjalan sinergis dan benar-benar terwujud,” ujar Wali Nagari Padang XI Punggasan, Rasioni, di hadapan para peserta musyawarah.
Rasioni mengingatkan pentingnya ketelitian dalam memilah prioritas. Menurutnya, tidak semua usulan dapat langsung dijalankan dalam waktu bersamaan. Namun dengan dokumen RPJM yang matang, semua aspirasi yang terserap dapat dipetakan berdasarkan urgensi, ketersediaan sumber daya, serta keselarasannya dengan program kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Musrembang tersebut juga dihadiri langsung oleh Camat Linggo Sari Baganti, Zulirfan Harun, S.Stp. Dalam sambutannya, Zulfan memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja tim penyusun RPJM Nagari Padang XI Punggasan. Menurutnya, kemampuan tim dalam bekerja sama dan bekerja keras menjadi kunci utama sehingga tahapan penyusunan RPJM dapat diselesaikan tepat waktu.
“Saya melihat semangat gotong royong yang luar biasa di nagari ini. Tim bekerja cepat, namun tetap cermat dan mengikuti seluruh tahapan yang telah disusun bersama. Ini patut diapresiasi. Dengan perencanaan yang baik, saya optimistis Padang XI Punggasan akan melompat lebih maju dalam delapan tahun ke depan,” ungkap Zul Irfan
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara nagari dan kecamatan merupakan elemen vital dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. “Kami di kecamatan akan terus mendampingi dan memastikan bahwa dokumen RPJM ini bukan hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi betul-betul menjadi panduan aksi nyata,” imbuhnya.
Musrembang yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari itu diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat setiap jorong, tokoh adat, tokoh pemuda, Badan Musyawarah Nagari (BMN), serta pendamping desa. Suasana berlangsung dinamis dan penuh tanggung jawab. Setiap usulan dibahas satu per satu, dikelompokkan ke dalam klaster-klaster pembangunan seperti infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta sosial budaya.
Di akhir sesi, Rasioni kembali menegaskan bahwa dokumen RPJM yang akan disahkan nantinya adalah milik seluruh masyarakat Nagari Padang XI Punggasan. “Mari kita kawal bersama. Jangan sampai perencanaan yang sudah baik ini berhenti di tengah jalan. Delapan tahun adalah waktu yang panjang, tetapi dengan kebersamaan, semua bisa kita capai,” tuturnya.
Dengan selesainya Musrembang ini, Nagari Padang XI Punggasan resmi memasuki babak finalisasi RPJM periode 2026–2034. Dokumen tersebut kelak akan menjadi peta jalan sekaligus kontrak sosial antara pemerintah nagari dan warganya. Sebuah komitmen untuk membangun dari akar, melompat bersama, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang. (EF)










