Tanah Datar, Kabardaerah.com — Kondisi Jembatan Rajo Mantari di Koto Panjang, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, mulai mengkhawatirkan. Ujung pertemuan jalan dengan badan jembatan dilaporkan turun sekitar 30 sentimeter setelah jalur tersebut dijadikan akses alternatif kendaraan dari arah Payakumbuh menuju Sijunjung dan sebaliknya.
Arus kendaraan dialihkan ke jalan kabupaten itu sejak ambruknya Jembatan Titian di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo. Namun, warga menilai banyak kendaraan bertonase besar tetap melintas meski kondisi jalan dan jembatan tidak dirancang untuk beban berat.
Tokoh masyarakat Tigo Jangko, Indra Gunalan, mengatakan kerusakan di ujung jembatan semakin terlihat dalam beberapa hari terakhir.
“Ujung pertemuan jalan dengan Jembatan Koto Panjang sejak dijadikan jalan alternatif sudah turun lebih kurang 30 sentimeter. Kami berharap pihak terkait segera mengantisipasi agar jembatan penghubung satu-satunya yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat tidak roboh juga,” ujarnya, Minggu (24/05/2026).
Ia meyakini kerusakan tersebut dipicu kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas kelas jalan.
Menurutnya, retakan juga mulai terlihat di bagian pinggir ujung jembatan. Warga khawatir apabila tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah dan berpotensi memutus akses masyarakat.
“Kami tidak melarang kendaraan lewat karena jalur Koto Panjang–Tanjung Bonai Aur memang menjadi alternatif. Namun yang kami sesalkan, kendaraan bermuatan besar juga ikut melintas. Seharusnya ada rekayasa lalu lintas atau pembatasan tonase dari dinas terkait pasca putusnya jalur Payakumbuh–Sijunjung akibat robohnya Jembatan Titian di Nagari Taluk,” tambahnya.
Ia juga meminta instansi yang membidangi infrastruktur jembatan untuk segera turun langsung meninjau kondisi Jembatan Rajo Mantari sebelum kerusakan bertambah parah dan membahayakan pengguna jalan.
Jika tidak segera diantisipasi, warga Tigo Jangko dan Koto Panjang khawatir jalur vital penghubung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut ikut lumpuh. (bdy)










