Tanah Datar, kabardaerah.com — SMAN 1 Batusangkar kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 119 siswa sekolah tersebut berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama di Indonesia melalui jalur undangan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang diterapkan di sekolah unggulan yang berada di Kabupaten Tanah Datar itu.
Capaian ini juga tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah Drs. Mulyono, M.Si bersama majelis guru dalam membina dan mendidik siswa secara konsisten.
Saat ditemui awak media dalam kegiatan kontrol sosial beberapa waktu lalu, Mulyono menyampaikan bahwa pendekatan pendidikan yang humanis menjadi salah satu kunci utama keberhasilan para siswa dalam meraih masa depan pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, seorang guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh kesabaran. Ia menekankan agar setiap kesalahan siswa disikapi dengan cara yang mendidik, bukan dengan tekanan ataupun perlakuan keras.
“Kalau anak melakukan kesalahan, jangan disampaikan dengan keras. Carilah cara lain supaya mereka memahami apa yang diajarkan,” ujar Mulyono kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Data sekolah mencatat, dari total lebih dari 1.000 siswa yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Batusangkar, sebanyak 119 siswa berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia. Mereka diterima melalui jalur prestasi dan undangan tanpa tes tertulis.
Beberapa perguruan tinggi yang berhasil dimasuki para siswa tersebut di antaranya Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Institut Teknologi Sumatera, hingga Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.
Selain itu, sejumlah siswa juga diterima di politeknik dan perguruan tinggi swasta lainnya yang memiliki reputasi baik di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, maupun masyarakat Tanah Datar.
Di tengah capaian membanggakan itu, Mulyono juga menyampaikan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan memasuki masa purnabakti sebagai kepala sekolah. Ia mengaku bersyukur dapat mengabdikan diri di dunia pendidikan dan turut mengantarkan banyak siswa meraih cita-cita mereka.
“Insyaallah sebentar lagi saya memasuki masa pensiun. Jika selama memimpin ada salah kata maupun perbuatan, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya dengan penuh haru.
Dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan Mulyono selama memimpin SMAN 1 Batusangkar dinilai telah memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah. Bersama majelis guru, komite sekolah, dan dukungan Dinas Pendidikan, sekolah tersebut terus berupaya mencetak generasi muda yang cerdas, disiplin, dan berkarakter demi masa depan bangsa yang lebih baik. (bdy)












