PESISiR SELATAN, KABARDAERAH.Com- Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di kebun karetnya di Nagari Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (21/7/2026) malam. Korban diduga tewas akibat kecelakaan saat mengoperasikan mesin pemotong kayu (chainsaw).
Korban bernama Imul alias Lebor, 42 tahun, warga Sawah Liat, Nagari Pelangai Kaciak, Kecamatan Ranah Pesisir. Ia ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan luka di bagian kepala. Di samping tubuhnya, terlihat satu unit chainsaw dalam keadaan mati.
Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban berangkat menuju kebun karet miliknya dengan mengendarai sepeda motor bebek. Ia membawa satu unit chainsaw berwarna hitam untuk menebang pohon karet.
Seharian penuh korban bekerja sendirian di kebun. Namun, hingga menjelang pukul 18.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah. Kekhawatiran pun melanda sang istri, Siai (39 tahun).
Siai yang tinggal di Rawang Panjang, Bukit Cubadak, Kampung Lagan Gadang Hilir, langsung bergegas menuju Sawah Liek—jalan menuju kebun suaminya. Sekitar pukul 18.15 WIB, ia tiba dan berteriak meminta tolong kepada warga setempat.
“Suami saya belum pulang dari kebun, tolong bantu cari,” teriak Siai histeris
Mendengar teriakan istri korban, sekitar 50 orang warga bergerak cepat. Karena hari sudah gelap, mereka membawa lampu senter dan menyusuri jalan setapak menuju kebun karet milik korban.
Sesampainya di lokasi, pemandangan mengenaskan menyambut mereka. Pohon karet telah ditebang dan dipotong menjadi beberapa bagian. Di sisi tumpukan kayu tersebut, para saksi menemukan tubuh korban dalam posisi tertelungkup.
Darah tampak menggenang di bagian kepala korban. Tidak jauh dari jasadnya, terlihat satu unit chainsaw dalam keadaan mati atau tidak menyala.
Diduga kuat, korban mengalami kecelakaan kerja saat mengoperasikan mesin pemotong kayu. Entah karena kelelahan, tergelincir, atau faktor teknis, korban diduga terluka parah di bagian kepala hingga tewas di tempat.
Melihat kondisi suaminya yang tak bernyawa, Siai yang tampak syok namun tetap tegar meminta agar jenazah tidak segera dipindahkan.
“Suami saya harus diperiksa dan dilaporkan ke pihak kepolisian terlebih dahulu sebelum dibawa pulang,” ujar Siai kepada warga.
Setelah itu, para saksi dan sebagian masyarakat meninggalkan lokasi kejadian untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima musibah ini dengan ikhlas. Mereka menganggap kepergian Imul sebagai takdir Allah SWT.
“Kami dari keluarga besar menyatakan peristiwa ini adalah musibah dan kami sudah ikhlas menerimanya,” demikian pernyataan keluarga.
Keluarga pun sepakat untuk memakamkan almarhum di pemakaman keluarga di Singkaring, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, pada Rabu (22/7/2026) pagi.
Kapolsek Linggo Sari Baganti, Iptu Wira Satria, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bersama Kanit Intelkam Polsek Linggo Sari Baganti, Aiptu Akmal, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan mencurigakan. Luka di kepala korban diduga berasal dari mesin pemotong kayu. Namun, kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian,” ujar Iptu Wira Satria.
Tiga orang saksi telah diperiksa, yakni Pgl Paman (50 tahun, petani), Pgl Epen (38 tahun, petani), dan Pgl Joni (36 tahun, petani). Ketiganya merupakan warga Sawah Liek yang turut serta dalam pencarian.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama pekerja kebun, untuk selalu berhati-hati saat menggunakan alat berat dan memastikan kondisi fisik prima. Jangan bekerja sendiri di area terpencil tanpa komunikasi dengan keluarga,” pungkasnya.
(Reporter: Efrizal)










