PESISIR SELATAN, KABARDAERAH. — Sebuah rumah kayu di kawasan Teluk Belibis, Nagari Sago Salido, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dilalap si jago merah pada Sabtu (8/8/2026) dini hari. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan gotong royong warga, empat unit bangunan di sekitarnya berhasil diselamatkan dari amukan api. Total nilai aset yang terselamatkan diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, ketika warga melihat kepulan asap tebal disusul semburat api yang semakin membesar dari salah satu rumah kayu di permukiman padat penduduk tersebut. Kepanikan sempat melanda, namun warga dengan sigap menghubungi Kasat Pol PP dan Damkar. Laporan resmi diterima Mako Damkarmat Painan pada pukul 04.35 WIB dan segera diteruskan kepada personel piket.
Tim Piket Regu A Mako Painan langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan satu unit armada pemadam berkapasitas 5.000 liter. Jarak 8 kilometer dari markas ke lokasi kebakaran ditempuh dalam waktu 6 menit — sebuah respons time yang terbilang cepat di tengah medan jalan yang tidak sepenuhnya mulus. Begitu tiba di lokasi pada pukul 04.38 WIB, petugas segera melakukan pemadaman, pendinginan, dan overhaul.
Meski satu unit rumah kayu tidak dapat diselamatkan, upaya pembatasan api dilakukan secara agresif agar si jago merah tidak merambat ke bangunan di sekitarnya. Semburan air dari armada Damkar berpadu dengan upaya warga yang turut membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, menciptakan sinergi yang solid di tengah malam yang mencekam.
Operasi pemadaman berlangsung intensif selama hampir satu jam, dari pukul 04.38 hingga 05.30 WIB. Berkat kerja sama antara petugas Damkar, personel BPBD, dan warga setempat, empat unit bangunan berhasil diamankan. Mereka adalah satu unit rumah semi permanen ukuran 6 x 8 meter, dua unit rumah permanen, dan satu unit rumah permanen yang masih dalam tahap pembangunan. Dengan perkiraan nilai aset terselamatkan mencapai Rp400 juta, upaya penyelamatan ini dinilai maksimal mengingat kondisi bangunan yang berdekatan dan material kayu yang mudah terbakar.
Hingga operasi dinyatakan selesai, lokasi kejadian berhasil dikendalikan sepenuhnya sesuai standar operasional prosedur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material akibat rumah kayu yang hangus terbakar masih dalam pendataan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, S.STP., M.M., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kecepatan dan ketangguhan personel di lapangan. “Kami bersyukur api tidak meluas. Ini bukti kesiapsiagaan dan sinergi yang baik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujarnya.
Penyebab kebakaran hingga berita ini diturunkan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan tim forensik. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau, serta memastikan instalasi listrik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Insiden kebakaran di permukiman padat selalu menjadi momok menakutkan. Namun, di balik musibah ini, ada pelajaran berharga tentang pentingnya respons cepat dan gotong royong. Masyarakat Pesisir Selatan kembali menunjukkan bahwa di tengah bencana, solidaritas tetap menyala lebih terang dari kobaran api. (EF)












