Tanah Datar // kabardaerah.com
Di tengah rentetan bencana banjir bandang dan galodo yang menguji ketangguhan warganya, Kabupaten Tanah Datar kembali mencatatkan prestasi nasional. Untuk kelima kalinya, daerah ini dinobatkan sebagai TPID Kabupaten/Kota Berprestasi terbaik pertama di Wilayah Sumatera dalam ajang TPID Award 2025—sebuah capaian yang menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga meski daerah menghadapi tekanan berat.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kemenko Perekonomian Airlangga Hartarto dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penganugerahan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11).
Kepala Dinas KUKMP Tanah Datar, Masni Yuletri, menjelaskan bahwa penilaian TPID Award tidak sekadar melihat hasil akhir, tetapi juga proses dan ketahanan sebuah daerah dalam merespons gejolak harga. Melalui strategi **4K—keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif—**TPID Tanah Datar dianggap berhasil menjaga stabilitas inflasi selama lima tahun berturut-turut.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Program Kasih dan Salam Tangguh, sebuah kolaborasi lintas instansi mulai dari perangkat daerah, Bank Indonesia hingga pemangku kepentingan lainnya. Program ini dirancang untuk memastikan pengendalian inflasi tetap berjalan meski daerah dilanda bencana, mulai dari penanganan pasokan hingga pemulihan distribusi.
“Dari kinerja TPID ini, Tanah Datar juga berkali-kali menerima dana insentif fiskal senilai total Rp33 miliar,” ujar Masni. Insentif untuk tahun 2025 pun disebut akan segera diumumkan.
Di Tanah Datar, Bupati Eka Putra mengapresiasi capaian tersebut meski tidak dapat menghadiri langsung penganugerahan lantaran memilih bertahan di daerah untuk menangani dampak bencana.
“Situasi daerah tidak memungkinkan saya meninggalkan masyarakat. Fokus kami adalah pemulihan pascabencana. Namun penghargaan ini tetap menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar terbaik selama lima tahun bukan hanya kerja pemerintah, tetapi buah sinergi warga dan seluruh OPD. “Ini milik masyarakat Tanah Datar. Di tengah situasi sulit, daerah ini tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi.”
Prestasi Tanah Datar juga menempatkannya sejajar dengan daerah berperforman terbaik dari wilayah lain, seperti Kabupaten Tasikmalaya (Jawa–Bali), Kutai Kartanegara (Kalimantan), Minahasa (Sulawesi), serta Lombok Timur (Nusa Tenggara–Maluku–Papua).
Di tengah masa pemulihan, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Tanah Datar tidak hanya terletak pada kemampuan bertahan menghadapi bencana, tetapi juga pada keberlanjutan kerja kolektif menjaga ketahanan ekonomi daerah(BDoys)












