Tanah Datar// kabardaerah.com
Lima hari setelah banjir bandang menghantam sejumlah wilayah Tanah Datar, Pemerintah Kabupaten bergerak memastikan bahwa tidak satu pun warga terdampak dibiarkan menunggu tanpa kepastian. Senin (1/12), Bupati Eka Putra kembali turun ke lapangan, menyisir titik-titik bencana hingga posko pengungsian di Jorong Aia Mancua, Nagari Singgalang—sebuah wilayah yang hingga kini masih terisolasi oleh akses jalan yang terputus.
Kedatangan Bupati yang didampingi Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol Agus Priyo Pujo Sumedi, serta jajaran OPD dan unsur kecamatan, tidak sekadar seremoni. Mereka membawa kebutuhan mendesak: sembako, perlengkapan bayi, dan satu unit genset bagi warga yang hidup tanpa penerangan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan pengungsi berjalan tanpa hambatan, terutama makanan, kebutuhan bayi, hingga penerangan,” ujar Bupati Eka Putra.
Laporan Wali Nagari menegaskan kondisi warga yang terjebak tanpa akses kendaraan dan sangat bergantung pada bantuan yang harus diantar manual. “Karena itu hari ini kami prioritaskan pengiriman genset dan sembako langsung ke Aia Mancua,” lanjutnya.
Dari posko pengungsian, rombongan bergerak ke titik krusial lainnya: jalan nasional yang terputus di kawasan Lembah Anai, Mega Mendung. Di lokasi ini, Bupati menyaksikan langsung betapa derasnya aliran sungai merobek badan jalan hingga memutus jalur utama Padang–Bukittinggi, yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan akses bantuan.
“Karena kendaraan tidak bisa masuk, bantuan untuk Aia Mancua kami titipkan melalui Wali Nagari dan perwakilan masyarakat agar tetap sampai kepada warga,” jelas Eka Putra.
Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap kompak dan segera melapor jika menghadapi kendala. “Ini masa-masa genting. Respons cepat hanya bisa dilakukan kalau informasi mengalir tanpa hambatan,” pesannya.
Menurut Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra, Dt. Pangulu Basa Nan Kuruih, terdapat sedikitnya 60 KK yang terdampak di sepanjang aliran Batang Anai. Mereka hidup dalam keterbatasan akibat terputusnya akses dan terus menunggu bantuan yang datang melalui jalur alternatif.
Di tengah situasi sulit itu, kedatangan Bupati memunculkan harapan baru. Seorang warga, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa terharunya.
“Terima kasih banyak, Pak. Bantuan ini sangat kami butuhkan. Semoga Bapak sehat selalu,” ucapnya lirih.
Bencana mungkin memutus jalan, tetapi tidak memutus solidaritas. Kunjungan itu menegaskan bahwa pemerintah hadir, melihat langsung, dan memastikan setiap bantuan sampai pada tangan warga yang paling membutuhkan(BDoys)












