Keprihatinan Kasus Bunuh Diri di Pariaman, Mari Carikan Solusi

Ditulis Oleh  :  Labai Korok

 

 

Beberapa bulan terakhir sudah terjadi beberapa kasus gantung diri di Pariaman, semua pelaku adalah berusia produktif dan menjadi figur ditengah masyarakat Pariaman yang aktif berorganisasi sebagai penggiat organisasi sosial kemanusiaan.

Kasus ini mengagetkan semua netizen. Pertanyaannya, apakah ini sebuah kebetulan atau ada fenomena sosial baru yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat Piaman. Namun jawabanya adalah perlu dilakukan kajian, penelitian dan lokakarya yang mendalam oleh para ahli.

Suka tidak suka, fenomena mengakhiri hidup secara brural itu menjadi keprihatinan dan kesedihan yang mendalam bagi kita semua, termasuk Penulis. Apakah tidak ada jalan lain sehingga harus gantung diri dan melakukan hal yang sangat dilarang oleh adat budaya Minangkabau dan agama Islam.

Secara teori banyak indikator yang menyebabkan seseorang mengambil jalan pintas seperti bunuh diri tersebut, dianataranya orang tersebut mengalami masalah sosial, ini dapat mendorong seseorang melakukan bunuh diri. Beberapa pemicunya mulai dari dikucilkan, bullying pada remaja atau orang dewasa, hingga dikhianati sahabat atau pasangan.

Dengan mencelakai diri sendiri, beberapa dari mereka berpikir bahwa tindakan tersebut dapat menyadarkan orang-orang yang menyakitinya.

Ada juga tekanan kemiskinan lalu depresi, yang salah satu gangguan mental yang menjadi penyebab bunuh diri paling tinggi. Gejala depresi yang tidak tertangani dengan baik membuat Anda merasa lelah dan putus asa.

Selain itu, stres dan depresi sering membuat seseorang menyesali hidupnya dan berpikir bahwa tidak ada orang yang sayang padanya. Akibatnya, bunuh diri menjadi tindakan yang tidak terhindarkan.

Atau banyak juga orang memilih untuk bunuh diri karena penyakit yang mereka derita tidak kunjung sembuh. Umumnya, situasi ini dialami oleh orang-orang yang mengidap penyakit kronis, seperti stroke atau kanker.

Penyakit yang tidak kunjung sembuh dan rasa lelah dalam mengobati penyakit dapat menyebabkan depresi berkepanjangan. Seiring waktu, kondisi tubuh yang terus menurun pun menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Banyak indikator lain yang menyebabkan semua orang mengambil jalan pintas dilarang adat, dilarang budaya Minang, dilarang agama Islam. Ini fenomena yang akhir ini terjadi dipiaman dengan 3 kasus beruntun, info Penulis dapat masih ada hubungan interaksi sosialnya.

Penulis prihatin dengan kejadian tersebut, bersedih dengan ada tokoh panutan yang akhir hidupnya diluar nalar kejadian. Dengan kondisi ini Penulis mengaja kita semua yang membaca tulisan singkat ini.

Mari kita “pandangkan-pandangan yang jauh, kita tukikkan penglihatan yang dakek”, dengan cara memberikan penguatan kepada saudara Kita yang rentan mengambil keputusan pintas. Bantu suadara Kita yang memiliki pemasaran sosial dikampung, Korong, Nagari di Pariaman dan Sumatera Barat.

Tentu tidak terlepas dari Ninik mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai membuat program-program khusus dan kebijakan perlakukan adat khusus agar fenomen bunuh diri tidak menjadi permasalahan sosial baru diranah minangkabau.

Namun kejadian yang lalu itu cukup beberapa orang saja yang terjadi, kedepan tidak boleh lagi ada kasus bunuh diri seperti kejadian tragis diluar budaya orang Pariaman yang tangguh dan hebat.

 

Editor  :  Robbie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *