Batipuah Baruah Darurat: Lima Warga Tertimbun, Ratusan Mengungsi Dalam Kekurangan

Tanah Datar// kabardaerah.com

Longsor besar kembali menghantam Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuah Baruah, Kamis (27/11) pukul 11.30 WIB. Guyuran hujan deras memicu runtuhan tanah yang menyapu permukiman dan menimbun lima rumah dalam hitungan detik.

Wali Nagari Batipuah Baruah, Mulyadi BJ, mengatakan lima warga ikut tertimbun saat kejadian. Hingga Sabtu (29/11) siang, satu korban—M. Rusdi (55)—masih belum ditemukan dan diduga berada di kedalaman material longsor.

“Tim SAR, TNI, Polri, BPBD, dan relawan termasuk dari Jambi masih terus bekerja tanpa henti. Medannya sangat berat, material tebal dan tanah masih labil,” ungkapnya.

Pengungsian Melonjak, Bantuan Mendesak

Sebanyak 499 jiwa kini mengungsi ke beberapa titik aman, berasal dari Pincuran Tujuah, Gunung Bungsu, dan Subarang Ladang Laweh. Mereka bertahan dengan segala keterbatasan, terutama kebutuhan makanan dan perlengkapan bayi.

Mulyadi menegaskan bahwa akses terputus membuat pengiriman makanan siap saji kerap sia-sia.
“Bukan kami menolak nasi bungkus atau makanan dari Dapur Bergizi Gratis, tapi jalan masih tertutup. Banyak makanan basi sebelum sampai ke warga.”

Ia meminta bantuan berupa bahan makanan mentah agar warga bisa membangun dapur umum dan mendistribusikan makanan secara langsung.

Pencarian Korban Belum Berhenti

Hingga hari ketiga pasca longsor, suasana haru masih terasa. Keluarga korban menunggu dengan cemas sementara kondisi cuaca yang berubah-ubah terus mengancam keselamatan tim pencari.

“Kami berharap negara hadir lebih kuat. Korban masih ada yang belum ditemukan dan ratusan warga menggantungkan hidup pada bantuan,” tegas Mulyadi.

Bencana ini kembali menegaskan rentannya kawasan Batipuah terhadap longsor, serta urgensi penguatan mitigasi di tingkat nagari agar masyarakat tidak terus berada dalam bayang-bayang ancaman serupa(B.Doys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *