Bupati Pimpin Evaluasi Malam Hari, Tekankan Ketepatan Data dan Distribusi Logistik

Tanah Datar// kabardaerah.com

Di tengah suasana malam yang masih dibayangi ketidakpastian pascabencana, Bupati Tanah Datar Eka Putra memimpin rapat evaluasi penanganan darurat di Posko Utama Nagari Batu Taba, Batipuh Selatan, Kamis (4/12) Pertemuan itu berlangsung intens, menghadirkan seluruh unsur strategis untuk memastikan bahwa setiap langkah penanganan bencana bergerak serempak dan tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan bahwa konsistensi data adalah fondasi utama agar seluruh upaya—dari pendataan korban, penilaian kerusakan, hingga distribusi bantuan—dapat berjalan tanpa celah. Tanpa keseragaman informasi mulai dari nagari hingga kabupaten, kata Eka Putra, risiko salah sasaran semakin besar.

“Kita harus pastikan setiap proses berjalan benar. Data harus sinkron, distribusi logistik dari dapur umum harus benar-benar sampai ke tangan pengungsi. Tidak boleh ada satu pun warga terdampak yang terlewat,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan perkembangan terbaru dari lapangan. Sejumlah alat berat terus bekerja sejak pagi, membersihkan material longsor dan membuka jalur darurat. Di Sumpur, normalisasi aliran sungai dipacu agar akses sementara dapat dibangun. Upaya serupa dilakukan pada jalur Sumpu–Guguak Malalo yang selama beberapa hari terakhir membuat warga setempat terisolasi.

Namun, pekerjaan belum selesai. Bupati mengungkapkan bahwa hingga malam ini masih ada dua jorong yang belum bisa dijangkau: Jorong Baiang di Nagari Guguak Malalo dan Jorong Subarang Luak di Nagari Batipuh Baruah.

Di sisi lain, kebutuhan mendesak juga terus diperbarui. Dapur umum di 20 titik pengungsian dilaporkan kekurangan minyak goreng—komoditas penting dalam penyediaan makanan harian bagi ratusan pengungsi.

“Insya Allah minyak goreng segera kita suplai. Dapur umum tidak boleh berhenti, karena itu tempat bergantungnya banyak keluarga saat ini,” kata Bupati.

Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi menambahkan bahwa seluruh OPD harus turun lebih aktif mengisi celah-celah kebutuhan di lapangan, khususnya dalam mengirim logistik ke lokasi yang masih sulit diakses. Menurutnya, kerja bersama tanpa sekat menjadi kunci percepatan pemulihan.

Rapat malam itu dihadiri unsur TNI–Polri, Dandim 0307, Kapolres Padang Panjang, para asisten dan kepala OPD. Suasana rapat menggambarkan bahwa koordinasi intens masih menjadi kebutuhan utama, seiring upaya kabupaten untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang luput dari perhatian.

Di tengah gelap dan dinginnya malam Batu Taba, satu pesan terasa jelas: penanganan bencana bukan hanya soal kecepatan, tetapi ketepatan dalam menjangkau setiap warga yang membutuhkan(BDoys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *