Disdik Pastikan Pendidikan Tetap Hidup di Tengah Darurat Bencana

Tanah Datar // kabardaerah.com

Dinas Pendidikan Tanah Datar menggelar rapat koordinasi bersama sekolah-sekolah terdampak bencana di Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto, Senin (1/12), di sebuah SD yang berdekatan dengan posko evakuasi di Nagari Batu Taba. Suasana rapat berlangsung sederhana namun penuh urgensi, menyatukan para kepala sekolah dan guru dalam upaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar, Inhendri Abbas, menegaskan bahwa kondisi krisis tidak boleh memutus hak siswa untuk mendapatkan pendidikan. “Kita ingin memastikan kegiatan belajar mengajar tetap hidup, walau sarana kita terbatas dan banyak warga sekolah terdampak,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Disdik memfokuskan pembahasan pada tiga isu utama: pendataan guru serta tenaga kependidikan yang terdampak, verifikasi kerusakan sarana prasarana sekolah, dan pemetaan kondisi siswa. Data ini menjadi dasar untuk menentukan langkah cepat dan terukur dalam pemulihan layanan pendidikan.

Disdik juga merancang skema pembelajaran alternatif, termasuk penyesuaian jadwal, penggunaan ruang sementara, hingga mekanisme belajar yang memungkinkan siswa tetap terlayani meski sekolah belum sepenuhnya pulih. Menjelang ujian semester pada 8 Desember, strategi teknis turut disiapkan agar pelaksanaannya tetap aman dan realistis.

Selain kebutuhan akademik, Dinas juga menekankan pentingnya pemulihan emosional. Materi trauma healing akan diberikan kepada siswa agar mereka dapat kembali belajar dengan rasa aman setelah mengalami situasi menegangkan.

“Ini bukan sekadar menjaga kegiatan belajar, tetapi memastikan seluruh anak kita tetap mendapatkan dukungan, baik secara pendidikan maupun psikologis,” tutup Inhendri (B.Doys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *