Solidaritas Bukittinggi Mengalir ke Tanah Datar, Perkuat Pemulihan di Tengah Akses yang Mulai Terbuka

Tanah Datar // kabardaerah.com

Ditengah situasi yang masih penuh kepedihan pasca banjir bandang dan tanah longsor, arus solidaritas dari berbagai penjuru terus mengalir ke Kabupaten Tanah Datar. Namun, di balik tumpukan logistik dan kepadatan posko, terselip gambaran lebih luas: bagaimana kepedulian lintas daerah kini menjadi salah satu kunci mempercepat pemulihan.

Salah satu wujud nyata solidaritas itu datang dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, turun langsung menyerahkan bantuan kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra di Posko Utama Nagari Batu Taba, Sabtu (6/12/2025). Bantuan berupa beras, sembako, dan kebutuhan dasar lainnya itu hadir bukan sekadar sebagai kiriman logistik, tetapi simbol kuat bahwa daerah tetangga ikut menanggung beban duka Tanah Datar.

Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa titik-titik akses yang sebelumnya terputus perlahan mulai terbuka, terutama di wilayah Batipuh Selatan. Jalur Sumpur–Guguak Malalo yang sempat lumpuh total kini mulai dapat dilalui, memberikan peluang bagi bantuan untuk menjangkau ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian.

“Hari ini, bantuan yang masuk menjadi sangat berarti karena distribusinya sudah lebih lancar. Ada 6.900 warga yang masih mengungsi di tiga kecamatan dengan 20 dapur umum. Kondisi mereka harus terus kita jaga,” ujar Eka Putra.

Data kerusakan menggambarkan betapa hebatnya dampak bencana ini. Sebanyak 67 rumah warga hanyut ke danau, 131 rusak berat, 73 rusak sedang, dan 195 rusak ringan. Infrastruktur dasar seperti irigasi, ruas jalan, hingga jembatan juga mengalami kerusakan serius. Pemerintah daerah, kata Bupati, masih bekerja maksimal di titik-titik paling parah terdampak.

Di sisi lain, kehadiran rombongan Pemko Bukittinggi tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Wali Kota Ramlan mengungkapkan bahwa bantuan itu merupakan hasil gotong royong pegawai pemerintah, perantau, hingga donatur yang terpanggil untuk membantu sesama.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa doa dan harapan agar keluarga di Tanah Datar lekas bangkit. Bencana ini juga berdampak pada perekonomian regional, termasuk Bukittinggi. Karena itu, pemulihan yang cepat sangat kita harapkan bersama,” tuturnya.

Di hari yang sama, gelombang dukungan juga tiba dari Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Dumai, Anggota DPR RI dari PKB Rico Alviano, serta berbagai pihak lainnya. Semua datang dengan satu semangat: memastikan Tanah Datar tidak menghadapi luka bencana ini sendirian.

Di tengah jalan-jalan yang berangsur terbuka dan posko yang terus bekerja, solidaritas semakin terlihat sebagai energi pemulihan yang tidak kalah penting dari alat berat dan kerja teknis. Sebab, di balik setiap bantuan yang tiba, ada pesan yang sama—bahwa kepedulian tak mengenal batas administratif, dan duka satu daerah adalah duka bersama(BDoys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *