Bupati Padang Pariaman JKA: Pilwana Serentak Adalah Pilwana Badunsanak, Mari Jaga Persatuan Pasca Pemilihan

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebersamaan setelah pelaksanaan Pemilihan Walinagari (Pilwana) Serentak 2026. Menurutnya, pesta demokrasi di tingkat nagari merupakan ajang memilih pemimpin terbaik, bukan menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

JKA menegaskan bahwa Pilwana serentak yang telah berlangsung di puluhan nagari harus dimaknai sebagai “Pilwana Badunsanak”, yakni pemilihan yang tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, kekeluargaan, dan budaya Minangkabau. Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun hubungan kekerabatan dan persaudaraan harus tetap dijaga.

“Siapapun yang terpilih sebagai walinagari, itulah pilihan masyarakat yang harus dihormati bersama. Mereka yang memperoleh amanah adalah yang terbaik menurut hasil demokrasi. Sementara bagi calon yang belum diberikan kemenangan, saya berharap dapat menerima hasil tersebut dengan lapang dada dan tetap memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan nagari,” ujar JKA, Rabu (1/7/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan setelah seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara selesai. Menurutnya, kini saatnya seluruh elemen masyarakat kembali bersatu membangun nagari demi kemajuan bersama.

Mengutip pepatah Minangkabau, JKA mengatakan, “Biduak lalu, kiambang batawik.” Pepatah tersebut memiliki makna bahwa persoalan yang telah berlalu hendaknya diakhiri dan hubungan baik di tengah masyarakat kembali dipulihkan. Semangat gotong royong dan kebersamaan harus menjadi prioritas setelah pesta demokrasi usai.

Bupati berharap seluruh permasalahan maupun perselisihan yang muncul selama proses Pilwana dapat diselesaikan secara bijaksana melalui mekanisme yang telah diatur. Dengan adanya hasil akhir pemilihan, seluruh pihak diharapkan dapat menerima keputusan dengan penuh kedewasaan sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan kondusif di setiap nagari.

“Jangan sampai perbedaan pilihan memutus tali silaturahmi. Mari kita kembali bersatu membangun nagari. Yang menang jangan berlebihan dalam merayakan kemenangan, sementara yang belum berhasil jangan berkecil hati. Semua tetap bersaudara,” katanya.

Terkait adanya keberatan atau sengketa hasil Pilwana, JKA menegaskan bahwa penyelesaiannya telah memiliki mekanisme yang jelas. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada panitia penyelenggara bersama Badan Musyawarah (Bamus) Nagari untuk memproses setiap laporan maupun keberatan sesuai aturan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, lanjutnya, menghormati seluruh proses penyelesaian yang dilakukan oleh panitia dan Bamus secara objektif, transparan, dan berkeadilan. Dengan demikian, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui jalur yang benar tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

JKA berharap seluruh walinagari terpilih nantinya dapat segera merangkul semua elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik saat Pilwana. Persatuan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan roda pemerintahan nagari dan mewujudkan pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Padang Pariaman.

Dengan berakhirnya seluruh tahapan Pilwana Serentak 2026, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sehingga seluruh nagari dapat kembali fokus melaksanakan program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *