Ustad Ahmad Daniel Ajak Umat Rawat Kebhinekaan dan Perkuat Persatuan NKRI

Solok – Maraknya aksi terorisme, radikalisme, dan sikap intoleran yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini menjadi perhatian serius banyak kalangan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu persatuan bangsa serta mencederai nilai-nilai kebhinekaan yang selama ini menjadi kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak hanya itu, stigma negatif yang kerap mengaitkan tindakan terorisme dengan agama Islam juga dinilai dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari tokoh agama dan ulama di berbagai daerah, termasuk di Kota Solok. Salah satunya datang dari Ustad Ahmad Daniel, Lc., M.A. yang menegaskan bahwa ajaran Islam sejatinya sangat menjunjung tinggi nilai perdamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Menurutnya, Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan baik antarsesama manusia tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

“Dalam Islam, menjaga silaturahmi antarsesama muslim, antarumat beragama, dan antarbangsa adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang membolehkan menyakiti sesama. Kita diperintahkan untuk menjaga hubungan antarmanusia dengan penuh adab dan aturan,” ungkap Ustad Ahmad Daniel di Solok, Jum’at (8/4/2026).

Beliau menjelaskan bahwa Islam tidak hanya melarang tindakan kekerasan secara fisik, tetapi juga melarang umatnya menyakiti hati, merendahkan martabat, hingga mencaci maki orang lain. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.

“Jangankan menyakiti secara fisik, menyakiti perasaan dan merendahkan martabat seseorang pun sangat dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling menghormati dan saling menjaga kehormatan sesama manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, seorang muslim tidak layak mengabaikan ajaran Rasulullah SAW yang menebarkan kasih sayang dan kedamaian. Islam, kata dia, merupakan agama yang mengatur hubungan manusia dengan Allah sekaligus hubungan antarsesama manusia secara harmonis.

“Ajaran Islam sangat sempurna, terutama dalam mengatur hubungan manusia dengan manusia. Islam mengajarkan saling menghargai, saling menyayangi, serta bertoleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, tidak ada tempat bagi kebencian dan permusuhan dalam Islam,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Ahmad Daniel juga menyoroti perkembangan media sosial yang dinilai membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, kebebasan bermedia sosial saat ini harus disikapi secara bijak agar tidak menjadi sarana penyebaran ujaran kebencian, fitnah, maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu agama dan perbedaan pandangan. Sebab, banyak konflik sosial yang bermula dari informasi yang tidak benar dan disebarkan tanpa klarifikasi.

“Kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar. Jangan sampai media sosial menjadi sarana menyebarkan kebencian dan permusuhan yang dapat merusak persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Terkait aksi terorisme, bom bunuh diri, radikalisme, dan sikap intoleran, Ustad Ahmad Daniel menegaskan bahwa seluruh tindakan tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Menurutnya, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai kehidupan dan melarang segala bentuk kerusakan di muka bumi.

“Jangankan membunuh orang lain, merusak harta dan mencederai martabat sesama manusia saja jelas haram hukumnya. Termasuk mencaci maki dan menjelekkan sesama, itu sangat dilarang dalam Islam,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat semangat persatuan dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Menurutnya, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama harus terus dirawat dengan semangat toleransi dan saling menghormati.

“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk bermusuhan. Justru perbedaan adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan dan menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Melalui kesempatan tersebut, Ustad Ahmad Daniel kembali mengajak umat Islam untuk terus mempererat ukhuwah serta merawat kebersamaan dan kebhinekaan dalam bingkai NKRI yang rahmatan lil ‘alamin.

Beliau juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk terorisme, radikalisme, dan sikap intoleran yang dilakukan oleh segelintir pihak karena hal tersebut nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.

“Islam adalah agama damai. Karena itu mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *