
Padang Panjang — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap pertama di SMKN 1 Padang Panjang tahun ajaran 2026/2027 mencatat antusiasme yang sangat tinggi. Sekolah kejuruan unggulan ini kembali menjadi incaran para calon siswa, terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan kuota yang tersedia.
Berdasarkan data yang dihimpun, SMKN 1 Padang Panjang menyiapkan kuota sebanyak 340 siswa untuk tahun ajaran baru. Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam 10 rombongan belajar, dengan rata-rata setiap kelas diisi sekitar 34 siswa. Pembagian ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal dan kondusif.

SMKN 1 Padang Panjang membuka penerimaan siswa baru pada enam bidang keahlian unggulan yang telah lama menjadi daya tarik utama sekolah tersebut. Enam jurusan itu yakni Akuntansi, Kuliner, Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata, Pemasaran, dan Manajemen Perkantoran.
Masing-masing jurusan memiliki keunggulan tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Jurusan Akuntansi berfokus pada pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi bisnis, hingga perpajakan. Jurusan Kuliner membekali siswa dengan keterampilan mengolah makanan, teknik memasak modern, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Sementara itu, jurusan Perhotelan mempersiapkan siswa untuk memahami pelayanan tamu, tata kelola akomodasi, serta operasional industri hospitality. Jurusan Usaha Perjalanan Wisata mengajarkan kemampuan merancang paket perjalanan wisata, pelayanan tour, hingga menjadi pemandu wisata profesional.
Untuk jurusan Pemasaran, siswa akan dibekali strategi penjualan, promosi produk, hingga teknik komunikasi bisnis. Sedangkan Manajemen Perkantoran berfokus pada administrasi, pengarsipan dokumen, dan keterampilan kesekretariatan yang dibutuhkan di berbagai instansi maupun perusahaan.
Kepala SMKN 1 Padang Panjang, Gusti Kamal, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi, khususnya di sekolah yang dipimpinnya.
“Meski pilihan jurusan beragam, jumlah pendaftar pada tahap pertama ini mencapai sekitar 900 orang. Jika dihitung secara matematis, peluang diterima secara keseluruhan hanya berkisar 37,8 persen. Artinya, hanya sekitar 3 dari setiap 8 pendaftar yang berkesempatan lolos seleksi di tahap ini,” ujar Gusti Kamal, Selasa (30/6/2026).
Dengan jumlah pendaftar tersebut, persaingan antar calon siswa dipastikan berlangsung ketat. Jika kuota dibagi rata ke enam jurusan, maka masing-masing bidang keahlian diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 56 hingga 57 siswa.
Dengan asumsi jumlah peminat di setiap jurusan relatif merata, peluang lolos di tiap program keahlian pun berada pada kisaran yang hampir sama. Namun pada praktiknya, beberapa jurusan favorit biasanya memiliki jumlah peminat lebih tinggi sehingga tingkat persaingannya bisa lebih ketat dibanding jurusan lainnya.
Pihak sekolah menyebut, pembagian kuota akhir untuk masing-masing jurusan nantinya tetap menyesuaikan kebijakan internal sekolah serta tingkat minat pendaftar di setiap program keahlian.
“Angka ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Padang Panjang. Meski persaingan cukup berat, kami berharap calon siswa tetap optimis dan mengikuti proses seleksi dengan sebaik-baiknya,” ujar salah seorang pengelola penerimaan siswa.
Tingginya animo pendaftar juga menjadi bukti bahwa pendidikan kejuruan semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan pembelajaran berbasis praktik, SMK dinilai mampu mempersiapkan lulusan agar siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
SMKN 1 Padang Panjang sendiri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, fasilitas praktik, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar para lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. (*)












